Media Sosial dan Etika Komunikasi (1)

Siapa yang tidak memiliki akun facebook (Fb)?

Tampaknya di era yang sangat modern ini mustahil bagi orang yang telah “tersentuh” teknologi internet tidak memiliki akun facebook. Boleh jadi ia bukan hanya seorang “aktivis” facebook, tetapi juga media jejaring sosial lainnya seperti plurk, flickr, Hi5, twitter, dan masih banyak lagi, termasuk media diskusi online terbesar di Indonesia seperti kaskus.

Mereka mengisi hari-harinya dengan menulis status, membuat comment atas status seseorang , mengubah profil, meng-“upload “ gambar, foto, dan video, membuat link berita/isu yang sedang update pada wall, chatting, bermain game, atau searching teman-teman baru/lama pada saat TK, SD, SMP, SMA, kuliah, dan menjadikan mereka sebagai teman Fb. Sungguh pekerjaan yang menyita waktu dan melelahkan bila “dilakoni” dengan sangat serius hingga muncul sentilan “Jangan sampai facebookan diganggu pekerjaan”, bukan sebaliknya. Mulai dari “bocah ingusan” hingga dewasa, anak SD sampai profesor larut tenggelam di dalamnya.

Di seluruh dunia terdapat 400 juta pengguna facebook aktif. Sebanyak 50% di antaranya membuka facebook setiap hari. Bila dihitung, total 500 miliar menit perbulan waktu yang dihabiskan pengguna untuk memelototi facebook. Pertanyaan yang dapat diajukan pada diri sendiri, berapa lama kita menggunakan facebook setiap hari, kurang dari satu jam? Lebih dari itu?

Di Indonesia, pengguna facebook pada Desember 2009 tercatat sebanyak 13,8 juta orang, dan pada Januari 2010 sebanyak 15,3 juta orang. Pengguna facebook di negara kita meningkat sebanyak 1,4 juta orang dalam satu bulan. Angka ini terbanyak kedua setelah Amerika yang mencatat kenaikan jumlah pengguna 4.5 juta orang, dari 98 juta menjadi 102,5 juta orang. Sementara pengguna facebook di Indonesia mencapai 20 juta orang. Pengguna Twitter tercatat sebanyak lima juta orang.

Untuk mencapai 50 juta pengguna, radio memerlukan waktu 38 tahun, 13 tahun untuk televisi, 5 tahun untuk internet (Temporal & Lee, 2002:7). Produk iPod yang menggeser Sony Walkman perlu waktu 3 tahun untuk mencapai jumlah pengguna sebanyak itu. Bandingkan dengan situs jejaring sosial Facebook yang secara singkat, kurang dari 9 bulan, meraih 100 juta pengguna.

Hasil survei Nielsen menunjukkan penetrasi internet di Indonesia tahun 2009 lalu mencapai 17 % dari jumlah penduduk, meningkat dua kali lipat dibanding tahun 2005 yang hanya sekitar 8 %. Jumlah pengguna internet meningkat drastis mengalahkan media-media lain. Pendengar radio, pembaca media cetak, penonton televisi, banyak beralih ke internet. Internet menawarkan semuanya. Di internet mereka dapat mengunduh lagu atau music video, membaca koran digital dan menonton video. Ironisnya, terdapat disparitas yang mencolok di daerah. Di kalimantan Tengah misalnya, sebanyak 64% dari 1356 unit desa belum tersentuh siaran televisi dan internet.

MIX memberitakan sebuah hasil riset yang menunjukkan tingkat kebosanan (boring) anak muda sekarang terhadap media televisi yang mencapai 64%, sementara terhadap Youtube, salah satu situs yang menyajikan video dari warga dunia maya atau netizen hanya 36 %. Tak heran anak muda kini kebingungan saat ditanyakan program televisi favorit mereka, jawaban mereka sangat terbatas. Tetapi saat ditanyakan situs internet favorit, mereka dapat menjawab segera, dan jawabannya sudah bisa diprediksi, yakni berkisar Facebook, Twitter, Friendster, Google dan Yahoo. Menurut data di Badan Pusat Statistik, terdapat 80 juta anak muda usia 14-35 tahun di Indonesia. Angka itu setara dengan 25% dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 232 juta jiwa. Berkaitan dengan dunia maya, rata-rata anak muda sekarang baik lelaki atau perempuan memiliki 700 friend di facebook, 50 follower di twitter, dua kali sehari update status, memiliki 200 teman di phonebook ponsel, serta punya 18 orang teman dekat.

Trend pertumbuhan pengguna media sosialn seperti facebook dan twitter masih akan berlanjut, apalagi dengan dukungan akses via perangkat mobile. Tanpa terasa sebagian waktu setiap hari dihabiskan dengan berkomunikasi, berhubungan sosial, dan membangun komunikasi horisontal antar sesama pengguna sosial media. Menurut Nukman Luthfie, CEO Virtual Consulting, social media kini nyaris seperti “telepon seluler” yang yang selalu berada dalam genggaman konsumen dan terbentuklah komunikasi horisontal antar pengguna.

Forrester Research membuat sebuah segmentasi aktivitas pengguna dalam bentuk anak tangga seperti yang digambarkan di bawah :

Forrester Research memberi deksripsi masing-masing anak tangga sebagai berikut :
1. Creator adalah mereka yang yang aktif menulis di blog sendiri, mengelola website sendiri, meng-upload video/audio/musik buatan, sendiri, menulis artikel dan mempostingnya di social media.
2. Conversationalist adalah mereka yang rajin mengupdate di Twitter dan social media non Twitter.
3. Critics adalah mereka yang ikut rating produk/servis, mengomentari blog orang lain, aktif di forum online, ikut mengedit artikel di Wiki.
4. Collector adalah mereka yang berlangganan RSS, ikut voting di website, suka men-tag foto atau halaman web.
5. Joiners adalah mereka yang tetap menjaga agar profilnya di social media tetap hidup serta suka berjalan-jalan ke berbagai situs jejaring sosial.
6. Spectators adalah mereka yang hanya suka membaca blog, mendengarkan podcast, menonton video online, membaca forum, memantau tweet orang lain dan membaca review.
7. Inactive adalah mereka yang tidak melakukan satu pun segmentasi di atas.

Termasuk segmentasi manakah kita?? Kita sendiri yang dapat menjawabnya…

(kembali ke halaman tekologi komunikasi)

Tentang M.E. Fuady

ME. Fuady adalah dosen Fikom Unisba. Penulis memiliki minat pada banyak hal seperti makanan, tempat kuliner, komik, film, musik, dorama, tokusatsu, ilmu komunikasi, public relations, teknologi komunikasi, agama, mistik, supranatural, dan semuanya berbaur dalam blog IMULTIDIMENSI.
Pos ini dipublikasikan di Teknologi Komunikasi. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Media Sosial dan Etika Komunikasi (1)

  1. Ping balik: Social Technographics Profile : Memahami Konsumen di Media Sosial | imultidimensi's Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s