Teknologi Komunikasi : Sebuah Revolusi (2)

Tahapan Revolusi Komunikasi

Daniel Bell (1979) dan Stevan Harnard (1887), menyederhanakan empat revolusi yang terjadi dalam bidang komunikasi manusia :

(1) Dalam menyampaikan suatu pengertian, manusia mempergunakan berbagai macam ‘bahasa’ untuk berkomunikasi. Manusia saling bertukar simbol-simbol yang bermakna melalui bahasa.. Selain bahasa secara lisan, bahasa yang universal dan masih berlaku sampai sekarang adalah bahasa isyarat (the language of mime). Mis: perubahan ekspresi muka dan gerakan badan atau anggota tubuh  (facial and bodily contortions) yang dikembangkan menjadi seni ekspresif.

(2) Tahap selanjutnya dipergunakan aksara atau huruf-huruf yang  disusun dalam suatu urutan untuk menyatakan suara-suara, kata, ucapan dalam bentuk kata tertulis sebagai dasar tulisan. Manusia tidak mungkin hanya mengandalkan kemampuan daya ingat saja untuk membuat peraturan, pembukuan, perdagangan, dll, maka diperlukan tulisan untuk membantu ingatan. Sebagai contoh, setelah Rasul dan beberapa sahabat wafat, Al-Qur`an dan Al-Hadist yang ditulis memudahkan orang untuk mengetahui dan mempelajari, serta menyebarluaskannya. Tradisi oral beralih pada tradisi tulisan sejak ditemukannya kertas di Cina (Awalnya pada kepingan batu/daun papyrus di mesir).

(3) Pada tahun 1454,  Guttenberg menemukan mesin cetak. Sejak saat itu teks-teks dapat didistribusikan secara cepat dengan mesin cetak. Komunikasi dapat dilakukan secara tertulis dan visual (written and visual communicarion) melalui media cetak. Tidak perlu lagi memindahkan ribuan lembar naskah penting dengan tulisan tangan. Dengan mesin cetak, naskah dapat dicetak dalam jumlah besar. Hal ini membuat pihak gereja kehilangan sebagian otoritasnya. Pada awalnya, masyarakat umum dilarang untuk membaca Injil/Bible. Hanya pendeta yang boleh membacanya. Setelah ditemukan mesin cetak, hal tersebut berubah. Gereja tidak dapat melarang masyarakat yang ingin membaca Bible.

(4) Dalam hubungan yang semakin luas dan jauh maka berkembanglah yang dinamakan komunikasi jarak jauh atau telekomunikasi. Telekomunikasi dapat diartikan sebagai kegiatan atau aktivitas mengirimkan informasi dari satu tempat ke tempat lain secara timbal balik. Jarak dan waktu bukan lagi hambatan sejak ditemukannya alat telekomunikasi. Penemuan tersebut, menurut Goldhamer (1971), disebut basis teknologi yang menyebabkan berkembang biaknya kemajuan teknologi komunikasi.

Telekomunikasi : Masa Lalu dan Masa Kini

Telekomunikasi adalah komunikasi yang dilakukan dalam jarak yang terpaut jauh antara satu tempat ke tempat lain. Sejarah telekomunikasi sangat berkaitan erat dengan revolusi komunikasi manusia. Secara umum, sejarah telekomunikasi dibagi dalam beberapa fase/tahap perkembangan yang ditandai dengan penemuan baru. .

–          Pada awalnya, di zaman prasejarah, bila menemukan sesuatu yang aneh/berharga atau untuk memberitahukan ada bahaya, manusia berteriak sekuatnya agar anggota kelompok/sukunya mendengar. Sekitar 500 SM, Raja Darius dari Persia menempatkan prajuritnya di tiap puncak bukit, saling berteriak satu sama lain, sehingga jarak 450 mil dapat dicapai selama 2 hari. Di belahan dunia lainnya, untuk komunikasi jarak jauh, bangsa Indian menggunakan hembusan asap dan bangsa Yunani dengan api obor. Sejak bentuk tulisan ditemukan, ada pula yang menggunakan burung untuk mengirimkan pesan/surat.

–          Setelah ditemukan mesin cetak oleh Guttenberg tahun 1454 di Jerman, pada 1860-an di AS, terdapat “The Pony Express, untuk melayani penyampaian surat dengan kendaraan kuda. Selanjutnya, berkembang pula penyebaran informasi melalui buku dan koran/surat kabar dan majalah.

–          Penemuan lainnya adalah mesin telegraph dengan kode morse oleh Samuel Morse. Telegraf digunakan untuk mengirim pesan jarak jauh, termasuk dalam Perang Dunia ke II. Saat Jepang mengirimkan informasi rahasia (berupa kode morse) melalui telegraf, biro intelejen AS menyadapnya.

–          Pada 1876, Alexander Graham Bell menemukan telepon. Berbeda dengan buku dan surat kabar yang digunakan untuk komunikasi massa, dengan telepon komunikasi antar individu dapat dilakukan.

–          Pada 1910 dan 1920-an, teknologi broadcasting/penyiaran mulai berkembang, seperti radio dan televisi. Informasi disebarluaskan tidak hanya dalam bentuk cetak, tetapi juga audio dan visual. Kemudian, lebih berkembang lagi sejak transistor ditemukan.

–          Amerika meluncurkan satelit pertama, SYSCOM, dilanjutkan oleh Kanada, 1972, dengan satelit ANIK. Empat tahun kemudian, tepatnya 1976, Indonesia meluncurkan satelit Palapa..

Satelit digunakan untuk :

  1. Komunikasi antar titik di permukaan bumi, seperti media komunikasi radio, TV dan Internet. Satelit komunikasi menerima, memperkuat dan mentransmisikan sinyal suara, musik, TV, telepon, telegraf, image, dan data dari satu titik ke titik lain di bumi. Jadi, satelit adalah repeater atau pengulang sinyal
  2. Titik acuan (point of reference), untuk menetapkan lokasi di ruang angkasa.
  3. Mengamati bumi dan lingkungannya. Misalnya, lapisan ozon yang semakin tipis dan bumi semakin panas diamati melalui satelit.
  4. Mengumpulkan dan melaporkan informasi ilmiah. Misal, satelit membuat rekaman gambar/foto adanya air di planet Mars, berarti terdapat kemungkinan adanya kehidupan di Mars

Pada masa ini, ditemukan pula teknologi fiber optic, yakni serat optik yang amat tipis, terbuat dari kaca murni  dan dapat membawa ribuan kali lebih banyak informasi dibandingkan kawat biasa.

–          Pada 1980, berkembang alat-alat telekomunikasi, seperti video system, teletex service, videophone yang dapat mengirimkan data berupa audio dan visual.

–          Mulai 1990-an, sistem telekomunikasi lebih berkembang sejak meluasnya penggunaan komputer dan terjadi perubahan sejak kemunculan internet. Media yang telah ada tidak lagi bersifat massa, tetapi individual dan personal. Terjadi konvergensi antara komputer, internet dan media massa.

Dewasa ini, sistem telekomunikasi tidak lagi dihalangi oleh jarak dan waktu. Kecepatan dan luas jangkauannya memungkinkan individu di berbagai belahan dunia saling berkomunikasi atau mengirimkan pesan tidak hanya dalam bentuk data gambar, suara atau teks, tetapi juga citra bergerak pada saat yang bersamaan. Perkembangan teknologi komputer dan elektronika berintegrasi dengan teknologi telekomunikasi. Hal ini menghasilkan peningkatan fungsi telekomunikasi yang lebih sempurna dibandingkan masa sebelumnya.

Saat ini, aktifitas distribusi dan propagasi (pertukaran) informasi dan berita dilakukan dalam waktu yang amat cepat/singkat. Dan hal ini dilakukan oleh hampir semua orang di dunia. Oleh karena itu, masyarakat kontemporer dikenal dengan istilah masyarakat informasi.

kembali ke halaman utama

Tentang M.E. Fuady

ME. Fuady adalah dosen Fikom Unisba. Penulis memiliki minat pada banyak hal seperti makanan, tempat kuliner, komik, film, musik, dorama, tokusatsu, ilmu komunikasi, public relations, teknologi komunikasi, agama, mistik, supranatural, dan semuanya berbaur dalam blog IMULTIDIMENSI.
Pos ini dipublikasikan di Teknologi Komunikasi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s