Membasmi Kutil dengan Minyak But But

“Ih, kasep kasep kutilan!”. Bila diterjemahkan, “Ih, ganteng ganteng ada kutilnya!”. Cibiran itu menjadi beban bagi orang-orang yang memang ganteng, atau merasa ganteng tapi memang ganteng, atau merasa ganteng padahal jauuuuuh banget dari ganteng..🙂

Banyak orang pernah merasakan beban dengan adanya penyakit itu meski entah termasuk kategori ganteng yang mana, yang beneran atau yang boongan :D  Rasanya banyak orang mencibir. Rasanya banyak orang yang tahu dan lihat itu kutil. Bayangkan,  kutil yang ada di jari kaki/tangan rasanya kayak nempel di jidat. Apalagi kalo bener-bener nempel di jidat, rasanya kayak gimana ya??

Padahal mungkin saja cuma perasaan saja kalo orang-orang tahu kalo kita kena (penyakit) kutil. Kalo perasaan khan jauh “ti enya” (dari kenyataan yang sebenarnya). Kayak mahasiswa yang protes kepada dosen mengenai nilai mereka dengan mengatakan, “Pak, Bu.. nilai saya kok kecil.. nilai saya kok C.. saya kok nggak lulus..  perasaan bisa ngerjain ujiannya.. perasaan gampang ujiannya”. Biasanya yang seperti itu jauh ti enya.. he.. he.. Because of what? Wajar aja khan ngerjain ujiannya pake perasaan, bukan pake kognisinya.. he.. he.. Anehnya kalo nilainya A nggak ada yang protes ya? Misalnya, “Pak, Bu, nilai saya kok A, harusnya khan C!” (wkwkwkwkwk..)

Kembali ke pembicaraan tentang kutil. Meski orang sekitar tidak tahu kita kutilan pun tetep aja kutil harus dibasmi dengan cara yang benar, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.. :)  Sebagai public enemy numero uno, kutil bisa ditangani sebagai berikut :

1. Gunakan benang untuk layang-layang. Orang Sunda bilang pakai “kenur”. Ikat kuat-kuat kutil itu dengan kenur, lalu tarik sekuatnya…!! Brett…!! Bujubuneng, orang Betawi bilang sakitnye naudzubile.. Kutilnya lepas? Ya. Tapi belum tentu dengan akarnya. Walhasil? bisa tumbuh berkembang. Hiyy… Tatut…

2. Gunakan “apu”. Lagi-lagi istilah Sunda nih. Apu tuh apa ya? serbuk kapur gitu deh. Campur apu dengan serbuk deterjen untuk cuci baju plus air sedikiiiit saja. Oleskan ke kutil, niscaya kutil itu akan melepuh kepanasan. (Beda banget dengan Syeitan yang kepanasan dengan ucapan ta`udz). Kutil hilang? Ya. Tapi bisa muncul lagi dan ajak temen-temennya yang lain. Resiko lainnya area kulit sekitar kutil bisa luka berdarah/iritasi bila menggunakan campuran apu tadi secara berlebihan.

3. Pergilah ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Area kutil Anda akan disuntik dan kutil dibakar agar tidak tumbuh lagi. Jadi nggak akan berkembang biak. Kalau kutil cuma atu, biaya cukup ringan. Tahun 2007-an, sekali suntik baal 50 rb-an, plus pake alat pembakarnya 20 rb-an. Cara yang sangat aman. Tapi bagaimana bila kutilnya punya kawan-kawan, bukan hanya di tangan, tapi juga kaki.. (Hiyyy jangan sampe deh…) Biayanya bakalan membengkak sampe jutaan. Dan bila penanganannya tidak tuntas, bisa muncul lagi.

Dua kali sudah ke dokter kulit, tuh penyakit muncul lagi.  Ketiga kalinya datang, Alhamdulillah dokternya berhalangan. (Horeee…  nggak keluar duit lg deh.. Jadi yang bikin nggak puas masalah biaya ya..? he.. he…)

Pengalaman membuktikan penanganan kutil nggak bisa seenaknya. mati satu bisa tumbuh seribu. Hilang di kaki bisa muncul di tangan. Kalau mereka sudah bersekutu susah jadinya.

Dalam kegamangan, kebingungan, rasa frustrasi yang amat dalam (naon deuih.. lebay pisan bahasa teh..), saya coba pake minyak but but. Saya tidak tahu (bahan-bahan) terbuat dari apakah minyak ini. Yang saya tahu but but adalah minyak urut. Itu saja. Tapi banyak testimoni dari beberapa orang yang mengatakan but but bisa digunakan untuk luka, lebam dan benjolan-benjolan atau gondongeun. saat itu istri saya ada benjolan di leher dan mengecil dengan but but. Katanya, “Ini minyak ajaib”.

Saya coba saja untuk membasmi si “kutilanak” ini. Caranya:

1. Awali dengan “Bismillah”, berdoa dan yakinlah bahwa hanya Allah yang menyembuhkan.

2. Teteskan minyak but but ke sendok secukupnya.

2. Panaskan sebentar di atas kompor gas.

3. Taruh minyak but but tadi di atas pisin/nampan kecil.

4. Oleskan minyak but but yang masih hangat ini ke kutil dengan cotton buds sambil ditekan-tekan beberapa kali.

5. Gunakan beberapa kali dalam sehari. Insya Allah kutil akan menghitam dan mengempis dalam beberapa hari.

Alhamdulillah, kutil hilang dan tidak menampakkan batang hidungnya lagi. Jangan sampe lagi deh kena ginian..🙂

Insya Allah menggunakan minyak but but ini merupakan salah satu solusi yang mudah, murah, dan aman. Ga perlu pergi jauh-jauh ke Jombang ketemu Dukun Cilik Ponari.. :)  Asalkan kita tahu ilmunya, tahu cara menggunakannya.

But but bisa digunakan untuk kulit pecah-pecah alias rorombeheun dan mata ikan dengan cara di atas.

But but juga dapat digunakan untuk pegal-pegal, gigitan serangga, gatal-gatal, masuk angin, lecet, luka akibat garukan, luka lebam, luka sayat, luka bakar, luka tusuk, luka “KDRT” (maksud saya luka kena setrikaan pas lagi melicin pakaian di rumah.. he.. he), kecuali “LUKA.. LUKA.. LUKA YANG KURASAKAN.. BERTUBI-TUBI YANG KAU BERIKAN.. CINTAKU BERTEPUK SEBELAH TANGAN..”, luka hati seperti itu cukup dibalas dengan keindahan🙂 Dan sadari sedari awal karena bila tidak, kejadiannya “BARU KUSADARI.. CINTAKU BERTEPUK SEBELAH TANGAN.. KAU BUAT REMUK.. SELURUH HATIKU..”, Itu kata Grup Band DEWA. Luka hati dan remuk hati karena cinta ngga usah dateng ke dukun karena itu musyrik. Cukup berdoa meminta kepada Pemilik Hati Sejati, yakni Allah SWT.🙂

Dan jangan lupa, selalu hidup bersih. Selalu mencuci tangan dan kaki hingga bersih dengan sabun. Terutama bagi bikers yang pake sarung tangan kulit. Salam bikers.

kembali ke halaman depan

Tentang M.E. Fuady

ME. Fuady adalah dosen Fikom Unisba. Penulis memiliki minat pada banyak hal seperti makanan, tempat kuliner, komik, film, musik, dorama, tokusatsu, ilmu komunikasi, public relations, teknologi komunikasi, agama, mistik, supranatural, dan semuanya berbaur dalam blog IMULTIDIMENSI.
Pos ini dipublikasikan di Herbal. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Membasmi Kutil dengan Minyak But But

  1. Ping balik: Khasiat Minyak But But untuk Kutil « Sedayulawas Community

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s