Salah Satu Alasan Mengapa Protokoler Itu Penting

Kita pernah mendengar SBY ngambek gara-gara microphone di Pertamina enggak jalan saat beliau akan bicara. Barangkali beliau merasa dipermalukan. Sengaja atau tidak, martabatnya dijatuhkan oleh “anak buahnya” yang baru dipilih menjadi Dirut Pertamina saat itu . Presiden  mau bicara kok “microphone”-nya mati. Memalukan sekali.

Kejadian lainnya masih banyak. Salah satu di antaranya adalah saat Upacara Serah Terima Jabatan Kasat Reskrim, Kasat Pamobsus, Kasat Samapta, dan Kapolsek di jajaran Polresta Medan. Upacara  digelar di halaman Mapolres, selasa, 14 September 2010.

Kompas (Selasa, 14/9, 22.54 WIB) memberitakan sebagai berikut :

Peserta upacara dikejutkan oleh suara Kapolresta Medan Kombes Tagam Sinaga yang mendadak marah-marah.

Kemarahan Tagam dipicu banyaknya kesalahan yang terjadi dalam upacara yang pertama kalinya dipimpin Tagam tersebut. Saking kesalnya, Tagam menginstruksikan Wakapolresta AKBP Andreas Kusnaidi untuk meninjau ulang jabatan Kabag Sumber Daya Manusia (Sumda) Polresta Medan yang dipimpin Kompol Dorma Purba, SPd sebagai perwira penanggung jawab upacara tersebut.

“Apel ini memalukan. Saya minta Wakapolres untuk tinjau kembali jabatan Kabag Sumda,” kata Tagam dengan nada tinggi saat menyampaikan pidatonya seusai melantik pejabat di jajaran Polresta Medan itu.

“Kalau di TNI ini sudah sangat tegas sekali. Bahkan sanksinya tak bisa naik pangkat,” katanya lagi, masih bernada tinggi.

Tagam mengatakan tak habis pikir dengan buruknya upacara tersebut. Padahal, upacara bukan pertama kali dilakukan. “Upacara ini bukan pertama kali, di Nias saja enggak kayak gini. Kok pejabat sekelas Pamen masih salah. Seorang Pamen kok gini hasilnya, saya enggak tahu bilang apa. Saya enggak ujuk-ujuk jadi Kombes, semua ada mekanismenya,” kata Tagam.

Masih dalam nada tinggi, Tagam juga meminta Wakapolres untuk meneliti ulang jabatan Kabag SDM untuk disampaikan langsung kepada Kapolda karena tidak pantas menduduki jabatan tersebut. “Segera diteliti biar segera disampaikan ke Kapolda,” katanya mengakhiri kemarahannya.

Seusai memimpin upacara, Tagam tak lagi bersalaman dengan pejabat yang baru dilantiknya itu. Tagam bahkan menolak wawancara dengan wartawan. Dengan buru-buru Tagam langsung masuk ke ruangan kerjanya.

Sementara itu, pantauan Tribun, sejak awal upacara serah terima jabatan itu digelar, cukup banyak kesalahan yang terjadi. Saat upacara digelar, tiang bendera di halaman Mapolres tanpa bendera. Kegiatan itu juga diwarnai banyaknya tanda pangkat yang berjatuhan.

Bahkan, berkas berita acara serah terima jabatan juga tidak lengkap sehingga sejumlah Kapolsek terpaksa kembali ke barisan karena berkas yang harus ditandatanganinya tidak ada.

Kompas (from Tribun Medan/Deni Syafrizal Daulay)

Protokol sebuah organisasi harus mencamkan betapa tujuan organisasi ditunjang oleh aturan protokoler yang diterapkan secara sungguh-sungguh di lapangan. Jangan mengabaikan hal-hal yang dianggap kecil dalam sebuah seremoni yang sesungguhnya sangat menentukan kebarhasilan sebuah acara.

Jangan lupa, “If you do the right thing no one remember, But if you do the wrong, no one forgotten”

Laksanakan semua kegiatan, acara, seremoni yang melibatkan aturan keprotokolan secara sungguh-sungguh.


Tentang M.E. Fuady

ME. Fuady adalah dosen Fikom Unisba. Penulis memiliki minat pada banyak hal seperti makanan, tempat kuliner, komik, film, musik, dorama, tokusatsu, ilmu komunikasi, public relations, teknologi komunikasi, agama, mistik, supranatural, dan semuanya berbaur dalam blog IMULTIDIMENSI.
Pos ini dipublikasikan di Protokoler. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s