Sepucuk Surat untuk Luna…

“Penghargaan ini adalah jawaban kepada mereka yang bersuara miring di luar sana”, tutur Luna Maya kepada media saat ia mewakili Ariel yang mendapat penghargaan dari sebuah majalah sebagai musisi (“Go Spot” RCTI, 11/12). Ariel, sang kekasih, tentu tak dapat menerimanya langsung karena masih mendekam dalam tahanan.

Itulah sedikit statement Luna Maya kepada media yang ditujukan kepada publik yang ia anggap selalu memojokkan sang kekasih, Ariel Peter Pan. Pernyataan yang terasa nyinyir bagi publik yang selama ini memang bersuara keras terhadap mereka Ariel dan Luna. Sebagian publik memang merasa gerah bukan saja terhadap peredaran video asusila yang “diperankan” mereka berdua, tetapi juga terhadap sangkalan keduanya yang bersikeras bahwa mereka berdua bukanlah pelaku dalam video asusila itu. Sebagian netter bilang, “Enggak usah pake pakar telematika, multimedia, videografi, wong sudah jelas itu mereka, kok. Orang awam juga tahu 100 % itu adalah mereka berdua”. Apalagi pelaku dalam video lainnya, Cut Tari, telah menyatakan bahwa itu memang dia dan Ariel. Meski saat keduanya dikonfrontasi pihak kepolisian, Ariel menyangkalnya.

Barangkali Luna menganggap bahwa penghargaan itu sebagai bukti bahwa Ariel adalah seorang musisi berprestasi dan tak perlu publik menyalahkan Ariel atas apa yang telah dilakukannya. Atau secara tidak langsung Luna meminta publik menghentikan kecamannya karena sudah jelas Ariel adalah musisi hebat. Penahanan Ariel membuatnya karya barunya tertahan pula sampai ke publik.   Padahal itu adalah dua hal yang berbeda. Ariel sebagai musisi handal tanah air, ya. Namun sebagai figur publik yang bermoral, tampaknya tidak. Semua lagunya menjadi hits dalam dan luar negeri, tetapi ia tidak dapat menjadi teladan bagi fansnya dimanapun karena apa yang telah dilakukannya seperti terekam dalam video asusila. Apalagi disinyalir Ariel juga yang mendokumentasikan video itu.

Dikhawatirkan muncul “efek domino” bagi anak-anak, remaja dan siapapun yang mengidolakannya. Ariel adalah magnet yang sangat kuat bagi fansnya. Tidak tertutup kemungkinan mereka yang menjadi fans penasaran dengan kasus yang menimpa Ariel kemudian mencari tahu seperti apa isi video yang beredar di dunia maya itu. Setelah tahu, tak tertutup kemungkinan mereka mencoba melakukan hal yang sama seperti yang ditontonnya. Dan, data yang diperoleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menunjukkan adanya hal seperti itu. Bayangkan saja, hingga pertengahan Juni 2010 terjadi tindak perkosaan terhadap 33 anak berkisar usia 4-12 tahun. Pelakunya adalah remaja usia 16-18 tahun. Saat diwawancarai semua pelaku mengaku terangsang menonton tayangan video asusila Ariel. Memang ada sebagian orang yang meragukan validitas data KPAI itu, namun bila kita punya hati nurani, kira-kira merasa miris ataukah biasa saja atas tindak perkosaan terhadap anak di bawah umur tersebut?

Kembali pada Ariel Peter Pan (bukan kembali ke laptop.. apalagi kita-kita udah bosen dengan jargon Mas Tukul ini :D).. Semua lagunya memang hits. Karyanya memang hebat. Lagunya banyak dinyanyikan oleh anak-anak, remaja dan kalangan lainnya. Meski tak seperti Bam Samsons yang bernyanyi dengan pelafalan yang baik dan benar, pelafalan Ariel di setiap lagunya tidak sesuai dengan “EYD”  :D  Artikulasinya kadang tidak jelas.🙂 Misalkan pada lirik “Ku terbiasa tersenyum tenang, walau.. bla.. bla..”, yang terdengar adalah “Ku terbiasa tersenyum terang, walau.. bla.. bla..”, dan masih banyak lagi. (Jadi ketahuan ane suka lagu Peter Pan :D)

Yang sangat disayangkan, sebagai figur publik seharusnya seharusnya ia bisa memberikan contoh yang baik bagi siapa pun, apalagi bagi anak-anak dan remaja yang sedang berkembang dan banyak meniru idolanya. Sebaiknya ia menjadi prototype selebritis yang positif bagi penggemarnya. Memang tak perlu menunjukkan kesalehan, apalagi kalau berlebihan karena publik belum tentu suka bahkan bisa jadi jijik, namun seharusnya tak berperilaku yang melewati batas norma kesusilaan. Jadi artis enggak usah berperilaku “macam-macam” deh, apalagi sampai mendokumentasikannya. Baru terasa bila Allah sudah membuka aib karena kesalahannya sendiri. Ia sendiri yang menjerumuskan dirinya untuk jatuh tertimpa tangga, lalu di bawahnya ada anjing yang menggigit, tak dinyana pas kabur ketemu singa yang menerkam dan memangsanya, ternyata sisa tubuhnya pun dimakan pula oleh buaya. Sungguh-sungguh  kasiman.. Nasib.. Nasib..

Sebagai kekasihnya, seharusnya Luna Maya juga memahami mengapa publik gerah terhadap Luna dan kekasihnya. Bukan sebal karena Ariel-lah yang menjadi pilihan Luna, bukan kesal karena Ariel-lah yang sepenuhnya memiliki Luna, tapi karena mual dengan apa yang dilakukan mereka berdua.. Luna, apa yang kau cari sesungguhnya.. Luna, apa yang kau inginkan sebenarnya.. Luna, semoga hati dan pikiranmu seindah parasmu.. Semoga Tuhan membuka hatimu untuk merasakan banyak orang yang menjadi korban karena kesalahan yang sebenarnya bisa kau hindari..

Kalau pun banyak orang mengatakan itu adalah hak privat siapapun, orang bebas melakukan apa pun yang mereka inginkan karena telah dewasa, silakan saja namun tak perlu membuat dokumentasinya hingga perbuatan terlarang mereka ditunjukkan Allah kepada publik. Sebut saja, Bandung Lautan Asmara yang heboh sekitar tahun 2000-an. Allah memang memberikan kebebasan kepada siapapun untuk melakukan apapun dan semuanya memiliki konsekuensinya masing-masing. Bersiap untuk naik derajat bagi mereka yang selalu menjaga dirinya dan jangan kaget bila Allah jatuhkan ke dalam lumpur kehinaan yang sangat dalam. Yang harus diingat, Allah Maha Pengampun dan Maha menerima taubat. .

Wallahu a`lam…

Tentang M.E. Fuady

ME. Fuady adalah dosen Fikom Unisba. Penulis memiliki minat pada banyak hal seperti makanan, tempat kuliner, komik, film, musik, dorama, tokusatsu, ilmu komunikasi, public relations, teknologi komunikasi, agama, mistik, supranatural, dan semuanya berbaur dalam blog IMULTIDIMENSI.
Pos ini dipublikasikan di Sosial Politik. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s