Media Content Analysis “Versi” Public Relations (1)

Siapa yang tak kenal Yamaha dan Honda, serta kompetisi keduanya yang begitu ketat di beberapa tahun terakhir. Kita tak mungkin mengabaikan bahwa strategi jitu masing-masing perusahaan diperoleh melalui riset. Persaingan di dunia usaha, perguruan tinggi, dan lainnya pun sama, begitu ketat dan perlu riset untuk memenangkan persaingan.  Riset memegang peranan penting untuk mempertahankan posisi perusahaan, apalagi bila ingin menjadi pemenang.

Ilustrasi berikut menggambarkan betapa riset memegang peranan penting. Misalnya, ada sebuah perusahaan, sebut saja perusahaan X. Setiap minggu mereka beriklan di beberapa media cetak. Frekuensi iklannya 2 kali seminggu selama empat bulan, berarti frekuensinya adalah + 32 kali/media. Sebagai orang yang paham dengan riset kita dapat mengetahui berapa pengeluaran perusahaan X untuk belanja iklan berdasarkan frekuensi iklan dikali tarif iklan (mmk) masing-masing media . Katakanlah sekali beriklan mereka membayar 5 juta rupiah, dikalikan saja dengan frekuensi iklan sebanyak 32, berarti mereka mengeluarkan biaya 160 juta rupiah untuk setiap media. Bila mereka beriklan di tiga media, berarti + mereka menghabiskan biaya sebesar 480 juta rupiah. Jumlah yang sangat besar, apalagi bila dibandingkan dengan perusahaan kita yang memiliki budget jauh lebih sedikit dari kompetitor.

Hasil riset kita terhadap pengeluaran kompetitor itulah yang dapat dijadikan masukan pada pimpinan perusahaan untuk meminta budget yang lebih besar. Bila pimpinan bertanya, “Tahu darimana kamu kalo X pengeluarannya sekian”, kita dapat menunjukkan data kongkretnya yang layak dipercaya. Mudah-mudahan cara itu dapat mempengaruhi pikiran pimpinan mengenai pentingnya budget untuk divisi kita, khususnya promosi atau public relations.

Bagi sebuah perusahaan, riset adalah bagian yang sangat penting untuk mendukung kegiatan. Untuk mengetahui profil khalayak perusahaan, penentuan kebijakan, program kerja, evaluasi atas berbagai kegiatan, penentuan strategi menghadapi persaingan bisnis, solusi atas krisis perusahaan, dan lainnya dapat diperoleh dengan riset. Bagaimana bisa sebuah aktivitas bisnis perusahaan hanya didasarkan pada asumsi-asumsi atau intuisi dan mengabaikan metode ilmiah. Apalagi bila sampai mendatangi dukun😀 Udah musyrik, engga berkah, merugi pula perusahaannya..😀

Banyak perusahaan yang tidak memahami pentingnya sebuah riset. Apalagi divisi public relations  perusahaan lemah dalam melakukan riset. Kadang riset dianggap sebuah pemborosan dan hasilnya juga dapat menunjukkan kelemahan perusahaan.Kalau ketahuan pimpinan hasil risetnya buruk, PR bisa kena semprot.😀

Macnamara (Ghozali, 2005) mengungkapkan kendala riset PR di antaranya, PR dianggap sebagai kegiatan yang hanya terfokus pada proses dan output. selalu memandang pengukuran dilakukan di akhir (done at the end). Padahal semestinya pengukuran justru harus dibangun dari awal, berdasarkan riset, sehingga tidak akan menjadi serba terlambat. Maka dari itu PR perlu memahami dan menguasai bagaimana riset dilakukan.

Banyak ragam riset yang dapat dilakukan oleh public relations sebuah perusahaan, seperti riset citra perusahaan, opini publik internal dan eksternal, profil khalayak perusahaan dan gaya hidup konsumen. Salah satu riset yang tak kalah pentingnya adalah Media Content Analysis.

Dalam memonitor trend perusahaan dalam media massa, Public Relations dapat menggunakan Media Content Analysis (MCA). Dengan MCA, PR menganalisis isi media yang berkaitan dengan publisitas atau berita perusahaan. Content analysis disini bukan riset analisis isi teks pemberitaan seperti yang kita kenal dengan mengkoding atau “membongkar” ideologi apa yang ada di balik suatu berita, tetapi lebih mengarah pada riset isi yang tampak dari pemberitaan.

Isi koran atau majalah yang dapat dipilih PR untuk diteliti adalah

  1. Berita
  2. foto berita
  3. Artikel/opini
  4. Editorial
  5. Surat pembaca
  6. Advertorial (bila perlu)
  7. Iklan (bila perlu)

Media Content Analysis “versi” PR dapat dibuat berdasarkan kategori :

  1. Frekuensi Kemunculan di surat kabar
  2. Frekuensi Nada Pemberitaan
  3. Komparasi dengan Kompetitor

Perusahaan dapat mengetahui posisi dan trend perkembangan perusahaan dari pemberitaan/kemunculan di media massa. Misalnya berapa kali perusahaan diliput/muncul dalam media dalam sebulan (kadang dibuat triwulan dan pertahun), bagaimana isi beritanya (positif, negatif ataukah netral), dan bagaimana frekuensi kemunculan kompetitor di media.

Berikut ini adalah contoh kongkret Media Content Analysis oleh PR :

MCA berdasarkan satu media yang ditentukan

Untuk contoh tabel di atas, dapat dimodifikasi pula dengan menambahkan kolom MEDIA di antara kolom JUDUL dan TANGGAL bila lebih dari satu media.

MCA Berdasarkan Media dan Kompetitor

Contoh MCA lainnya (Sumber Data : SCTV)

Contoh : MCA disertai keterangan tone berita (Sumber Data : SCTV)

Contoh tabel di atas dapat dilihat di link facebook.

Kembali ke halaman utama

Tentang M.E. Fuady

ME. Fuady adalah dosen Fikom Unisba. Penulis memiliki minat pada banyak hal seperti makanan, tempat kuliner, komik, film, musik, dorama, tokusatsu, ilmu komunikasi, public relations, teknologi komunikasi, agama, mistik, supranatural, dan semuanya berbaur dalam blog IMULTIDIMENSI.
Pos ini dipublikasikan di Riset PR. Tandai permalink.

3 Balasan ke Media Content Analysis “Versi” Public Relations (1)

  1. callmeadri berkata:

    thanks pak untuk postingannya berguna banget, namun terkadang perusahaan-perusahaan Indonesia khususnya BUMN menitik beratkan tugas dan kewajiban PR hanya sebagai back bound perusahaan dalam menyelesaikan “affair” yang terjadi baik di internal maupun eksternal perusahaan. selain itu kegiatan Riset PR hanya mampu dilakukan perusahaan dengan modal kuat dan ber-aset besar , sedangkan untuk tingkat perusahaan menengah rasanya masih kurang begitu diperhatikan, (kenyataan ini saya rasakan di perusahaan yang saya tempati saat ini, walaupun segmen pasarnya skala nasional), berharap Public Relation tidak hanya dianggap sebelah mata dan utamanya PR bukan hanya sebagai bemper perusahaan…

  2. M.E. Fuady berkata:

    callmeadri. thanks banget dah memberi komentar..
    Menurut saya riset PR memang masih kurang diperhatikan karena hasilnya dianggap tidak se-visible bagian/divisi/departemen promosi dan marketing. Dengan budget sekian, bag. marketing dapat langsung mengetahui berapa persen peningkatan penjualan, sementara PR dalam program, event, dan publisitas misalnya, tidak dapat mengetahui seberapa besar penerimaan, dukungan dan kepuasan publik. Itu bisa terjadi karena PR tidak merasa penting untuk merisetnya, atau tidak tersedia anggaran dari perusahaan. Yang berbahaya bila disebabkan oleh ketidakpahaman PR melakukan riset.
    Khusus untuk riset MCA, budgetnya rendah😀 Asal berlangganan koran, majalah dan
    connect ke dunia maya, MCA bisa dilakukan. Jadi tidak hanya sekedar mengkliping berita.
    Seperti yang anda bilang, jangan sampai PR menjadi bemper. Jangan sampai PR jadi corong perusahaan yang mengabaikan perasaan publik. Nice 2 meet U..

  3. Reinaldy Agung Pramudhita berkata:

    Terimakasih banyak pak fuad atas tulisannya tentang Riset Analisis PR berdasarkan Media Content Analysis. semakin membuka pikiran da wawasan saya, bahwa banyak hal yang bisa dilakukan oleh seorang PR Officer (PRO) dalam menjaga image perusahaan agar tetap positif. persepsi masyarakat khususnya mahasiswa PR selama ini mengenai riset adalah harus terjun ke lapangan, memakan banyak waktu dan biaya serta analisis akhir yang menuntut kerja otak lebih “extra” lagi. padahal riset (terutama yang berkaitan dengan citra perusahaan) dapat kita kontrol tanpa bersusah-susah melalui MCA. semoga tulisan bapak ini akan semakin membuka pikiran banyak orang bahwa riset bukanlah hal yang menakutkan dan memang harus dilakukan sebelum kita mengambil langkah/kebijakan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s