Media Content Analysis “Versi” Public Relations (2)

Sebelum membuat analisis isi media, hendaknya PR membuat Form Evaluasi Harian. Form ini berisikan kliping-kliping harian mengenai berbagai pemberitaan/publisitas perusahaan. Seperti yang pernah dikemukakan sebelumnya, PR membuat analisis isi media dari berita, artikel, opini, foto berita dan surat pembaca. Advertorial dan iklan pun dapat dimasukkan ke sebagai unit analisis, namun keduanya termasuk controlled information, jadi kapan pun PR dapat mem-publish perusahaan dengan membeli kolom/halaman, sementara berita, dll yang telah disebutkan sebelumnya termasuk pada uncontrolled information, isinya lebih kredibel bagi pembaca dan PR tak dapat menentukan kapan itu dimuat. jadi advertorial dan iklan diabaikan saja terlebih dahulu.

Kliping harian diperlukan perusahaan untuk mengetahui trend pemberitaan di media, bukan saja mengenai perusahaan mereka dan kompetitornya, namun juga trend/iklim bisnis sebuah perusahaan. Misalnya, Kompas memberitakan sebuah penemuan penyakit baru, yakni “Hepatitis G”, sementara selama ini kita hanya mengenai “hepatitis A, B dan C. Perusahaan di bidang farmasi/obat-obatan perlu untuk mengklipingnya dan menjadikan itu sebagai peluang terbuka bagi pengembangan bisnis di bidang obat.

Selain itu, data yang disajikan PR pada perusahaan/pimpinan akan dipertanyakan bila hanya berupa analisis tanpa disertai bukti “empirik”, yaitu dokumentasi harian semua pemberitaan mengenai perusahaan.

Berikut ini adalah contoh Form Evaluasi Harian (Ghozali, 2005) :

(Huffff.. Cape nih harus menulis ulang penjelasan form evaluasi harian di bawah ini.. Padahal udah selesai, eeh.. ilang pas upload…)

  1. Edisi : Hari dan tanggal diterbitkannya berita
  2. Media : Jangkauan media, lokal atau nasional
  3. Tiras : berapa eksemplar oplah media. Biasanya bisa dilihat pada profil media di website-nya atau hasil riset AGB Nielsen
  4. Nama Media : Nama surat kabar atau majalahnya
  5. Topik : Dibuat berdasarkan ketentuan atau kebutuhan perusahaan. Sebuah lembaga pendidikan misalnya dapat membuat kategori topik sbb; Kegiatan kampus, Fakultas, Pendidikan, dan lain-lain..
  6. Ukuran : Masing-masing perusahaan telah memiliki ketentuan sendiri, misal berita satu kolom sekian centimeter termasuk S (small), dua kolom sekian centimeter termasuk M (Mediaum), Satu halaman penuh dengan VL (Very Large), dst.. Pada tabel MCA,  dapat pula dilengkapi dengan berapa kolom dan berapa centi ukuran masing-masing berita pada kategori S, M, L, VL.
  7. Fokus Liputan : Liputan tersebut mengenai perusahaan kita atau kompetitor. Kategorinya dapat dibuat berdasarkan nama perusahaan dan kompetitor. Misalnya, Telkomsel (perusahaan kita), perusahaan kompetitornya; Indosat, 3, Bakrie Telecom, dll.
  8. Tone : nada pemberitaan positif, negatif atau netral. Positif bila ada penjelasan lebih rinci/’dukungan” tentang program/event perusahaan yang diberitakan. Netral bila beritanya hanya sekilas, tidak rinci. Negatif bila isi berita itu tidak sesuai dengan harapan perusahaan atau memberitakan permasalahan yang menjadi permasalahan sebuah perusahaan.
  9. Narasumber : Sebutkan narasumber yang dikutip pernyataannya dalam berita oleh media. Misalnya BoD (Board of Director/jajaran direksi), dan lainnya yang terdapat dalam berita.
  10. Nama Narasumber : Tuliskan nama narasumber yang dikutip tersebut.
  11. Penempatan : ditempatkan dimanakah berita tersebut; halaman depan atau halaman dalam.
  12. Pemakaian Brand : Penulisan nama perusahaan kita adakah dalam judul berita atau tidak (ada di salam isi berita saja).
  13. Nama/Inisial Reporter : Yang membuat berita tersebut.
  14. Bentuk tulisan : Termasuk yang mana, BERITA, ARTIKEL, OPINI, SURAT PEMBACA, BERITA FOTO. dan COUNTER. Advertorial atau iklan bisa saja dimasukkan, tetapi pilih saja yang uncontrolled information karena sudah jelas tidak perlu membayar halaman pada media.

Tentang M.E. Fuady

ME. Fuady adalah dosen Fikom Unisba. Penulis memiliki minat pada banyak hal seperti makanan, tempat kuliner, komik, film, musik, dorama, tokusatsu, ilmu komunikasi, public relations, teknologi komunikasi, agama, mistik, supranatural, dan semuanya berbaur dalam blog IMULTIDIMENSI.
Pos ini dipublikasikan di Riset PR. Tandai permalink.

5 Balasan ke Media Content Analysis “Versi” Public Relations (2)

  1. Meitria berkata:

    Pak fuad, minta soft copy Form nya dong kalo ada🙂

    Makasih Pak
    Meitria Fikom 99 kelas A

  2. Dian berkata:

    Form itu bisa berubah-berubah. Tergantung output apa yang diinginkan oleh user. Misalnya, halaman depan dan hl, halaman depan tapi tidak hl, dan seterusnya

  3. M.E. Fuady berkata:

    Betul.. Dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan masing-masing..

  4. Putri berkata:

    baak, berarti ini dibuat perkolom kayak yang udah dicontohin dikelas ya pak? sama hitung PR valuenya begitu Pak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s