Kematian : Sebuah Rahasia Tuhan

“Pesan Nabi tentang mati
Jangan takut mati karna pasti terjadi
Setiap insan pasti mati
Hanya soal waktu…

Pesan Nabi jangan takut mati Meski kau sembunyi, dia menghampiri..  Takutlah pada kehidupan setelah kau mati.. Renungkanlah itu.. ”

Itulah penggalan lagu Bimbo tentang mati…

Tak ada yang menyangkal bahwa setiap yang bernyawa akan mati, seperti firman Allah, “Kullu nafsin za`iqotul maut”. Kematian adalah salah satu rahasia Tuhan. Kematian sebagai rahasia bukan hanya terletak pada waktu kapan manusia akan mati, namun juga peristiwa yang dialami oleh mereka yang menemui kematian dan orang-orang yang berhubungan dengannya.

Ada sebuah cerita yang dapat menjelaskan fenomena rahasia kematian.  Seorang kawan kuliah saya saat S1 tahun 1995-an, sebut saja namanya Bunga (bukan nama sebenarnya). Dia aktif di beberapa organisasi intra kampus hingga kesibukannya setiap hari tak jauh dari urusan organisasi.

Pada tahun 1997, saya dan seorang sahabat memilih Bunga sebagai salah satu satu koordinator dalam event nasional yang akan kami selenggarakan. Bunga sempat aktif dalam kegiatan praevent sejak Februari hingga Mei. Tapi jelang event tersebut dilaksanakan, Bunga mengundurkan diri karena keluarganya dari luar Pulau Jawa akan datang dan berlibur. Bunga lebih memilih berlibur bersama keluarganya di sebuah tempat wisata di Jawa Tengah. Usai berlibur, keluarganya yang terdiri dari ibu dan kedua orang adiknya kembali ke kampung halaman. Tak dinyana tak diduga, ternyata pesawat yang telah take off di Bandara Husein mengalami kerusakan mesin dan harus mendarat darurat. Pesawat itu jatuh di jalan Jatmika. Alhamdulillah kedua orang adiknya selamat, namun sang ibu meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Dimanakah rahasia Tuhan dalam peristiwa tersebut? Dengan adanya seseorang memilih untuk meninggalkan urusan organisasi, mengundurkan diri dari tanggung jawab jabatan, dan lebih memilih berlibur dengan keluarga saja sudah menjadi keanehan. Tuhan “menakdirkan” seseorang untuk bersama keluarga yang ternyata itu adalah “akhir” dari sebuah kebersamaan mereka saja sudah menjadi sebuah rahasia. Bayangkan saja bila ia mengabaikan keluarga yang berkunjung dan memilih aktif dalam organsasinya, ternyata beberapa hari kemudian ia tak bisa lagi bersama salah satu keluarga karena harus “pergi’ lebih dahulu. Barangkali akan muncul penyesalan yang amat dalam.

Salah satu keanehan juga terjadi tadi malam. Adik saya dan keluarganya yang biasanya hanya berkunjung lalu pulang, kemarin mendadak akan menginap di rumah saya di Ciwastra. Tentu kami senang sekali karena selama bertahun-tahun tinggal di rumah, baru kakak & keluarganya saja menginap. Jelang Isya, adik ipar saya dihubungi oleh keluarganya yang tinggal di Ujung Berung. Katanya, ayah mereka yang sedang sakit minta ketemu. Bergegaslah adik ipar ke rumah keluarganya di Ujung Berung. Ternyata tak lama setelah kedatangannya, sang ayah menghembuskan napas terakhir. Inna lillahi wa inna Ilaihi Rojiun.

Yang menjadi keanehan, keputusan bermalamnya keluarga adik di rumah kami di Ciwastra membuatnya lebih mudah dan lebih cepat ke rumah orang tuanya di Ujung Berung. Bandingkan bila harus pergi dari rumah di Geger Kalong yang memakan waktu lebih lama, apalagi bila disergap oleh kemacetan jalan Setia Budhi. Itulah bagian dari rahasia Tuhan. Allah mudahkan jalan baginya untuk bertemu sang ayah untuk terakhir kalinya.

Allah telah mengatur hidup manusia sedemikian rupa dan banyak rahasia yang tidak kita ketahui, namun mengandung banyak hikmah dan kebaikan dari Allah SWT.

Inna Lillahi wa inna ilaihi Rojiun

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihii wa’fuanhu

Allahumma latahrimna ajrohu walataftina ba’dahu waghfirlana walahu.

Ampunilah dia, maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia di surga-Mu.. Amin

Tentang M.E. Fuady

ME. Fuady adalah dosen Fikom Unisba. Penulis memiliki minat pada banyak hal seperti makanan, tempat kuliner, komik, film, musik, dorama, tokusatsu, ilmu komunikasi, public relations, teknologi komunikasi, agama, mistik, supranatural, dan semuanya berbaur dalam blog IMULTIDIMENSI.
Pos ini dipublikasikan di Islam. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s