Public Speaking (1): Bicara itu tidak mudah..!!

Bagi sebagian orang, bicara adalah hal yg natural. Dapat dilakukan tanpa dipelajari, krn sejak kecil, semenjak bayi, kita telah diberi kemampuan bicara oleh Allah. Kita dapat mengucapkan “mama”,”papa”, dll. Bila lapar, secara natural kita “bicara” dengan tangis atau kata “mamamam”. Jadi “nggak usah ajari gua, man.. Ngomong itu gampang!”

Apakah dalam prakteknya bicara itu gampang? Apakah bicara itu mudah??

Banyak masalah yang muncul seputar “bicara”. Saat Presiden Soeharto bicara banyak publik yang mempermasalahkan beliau yang selalu menggunakan bahasa Indoneepsia, ditambah penggunaan akhiran “ken” yang tak sesuai dengan EYD. Kemarin di gedung Bursa Efek Presiden SBY dipermasalahkan pula karena dalam pidatonya menggunakan banyak istilah asing. Padahal siapa yang menyangsikan kepiawan beliau dalam berkomunikasi, kita tahu tahun 2002 beliau pernah menerima penghargaan sebagai tokoh dengan tutur terbaik, selain almarhum Nurcholis Madjid.

Apakah bicara itu mudah??

Saat anak saya sakit, di malam hari ia meminta “tempe”. Kebetulan sudah dua-tiga hari ia susah makan. Ia cuma minum susu saja. Seneng banget mendengar ia minta makan. Sebagai ayah yang baik dan bertanggung jawab, bergegas saya beli tempe. Setelah pulang dengan tempe di tangan, apa yang terjadi?? Yang ia minta bukan tempe, melainkan “pempek”. Dongkol sekaligus ingin tertawa dibuatnya.

Apakah bicara itu mudah??

Saya memiliki kawan.., kawan sepermainan. Sejak kecil ia tidak begitu lancar bicara. Maksud saya, kalau bicara ia sering tergagagap. Bahkan ia tidak mampu mengucakan kata “kiri”, saat akan turun angkot. Seorang kawan lainnya, mentok karirnya. Ia dianggap tidak cakap oleh bos karena tidak punya kemampuan bicara yang baik. Ada juga kawan yang saat diminta untuk membaca di depan kelas, ia begitu lama mengucapkan sebuah kata & terbata-bata. Sehingga kawan di kelas sering menjadikan ia sebagai bahan olok-olok. Sungguh kasihan.

Setelah dicoba, diterapkan, dilakukan, dipraktekkan, ternyata bicara yang benar tidak mudah. (Tidak mudah & sulit itu punya makna yang berbeda) Bicara itu ternyata HARUS DIPELAJARI.

Kita sadari bahwa hampir semua profesi/karir; pengacara, dokter, pebisnis, politikus, anggota DPR, artis, ahli kecantikan, penata rambut, organisatoris, harus memiliki keahlian BICARA.

Ada eksekutif, pebisnis & profesional yang gagal meningkatkan karirnya hanya karena mereka tidak dapat melakukan presentasi. Sebut saja, misalkan Luna yang berprofesi Manajer Proyek Senior, Ariel yang berprofesi Manajer Penerbitan yang dipromosikan sebagai Manajer Periklanan dan Tari, seorang Ilustrator sebuah Penerbitan. Mereka gagal meningkatkan karir. Mengapa? Karena mereka merasa TAKUT BICARA!

Dalam The Book of Lists, Rasa takut untuk berbicara di depan publik adalah fobia nomor satu yang paling banyak diderita orang di AS. Mereka percaya bahwa orang lain – seperti politisi, rohaniwan, pendeta, guru- punya kemampuan alami dalam berbicara. Dan itu tidak benar. Mereka memperolehnya dengan kerja keras & latihan.

Ada dua ketakutan atau kekhawatiran dalam berbicara/berkomunikasi. Kita menyebutnya sebagai Communication Apprehension.  Ada ketakutan yang bersifat general dan tentatif.

Ketakutan bicara yang general adalah ketakutan untuk semua/banyak bentuk komunikasi. Ia khawatir gagal berkomunikasi dengan kawan dan tetangga. Ia juga takut gagal berkomunikasi di depan kelompoknya. Ia takut bicara di depan publik, apalagi ia belum mengenal siapa publiknya. Ia takut bicara dalam banyak situasi

Sementara ketakutan yang bersifat tentatif, itu terjadi pada situasi komunikasi tertentu saja. Ia tidak takut bicara dengan kawan, keluarga, rekan dan sejawat. Ia tidak takut bicara di depan sekelompok orang yang sudah dikenalnya. Tapi pada saat harus bicara di depan orang banyak, ia takut sekali, apalagi ia tidak mengenal siapa audiensnya. Ia khawatir saat harus berpidato, memberikan sambutan, atau saat tampil menjadi seorang MC. Hanya untuk membaca doa di depan orang banyak pun ia merasa takut. Ketakutan seperti ini yang sering dirasakan banyak orang.

Saat berbicara di depan publik, biasanya muncul gejala-gejala tertekan atau gejala sulit bicara di depan umum :

1. Gejala Fisik, terasa sebelum/saat tampil

  • Detak jantung semakin cepat
  • Lutut gemetar
  • Tangan gemetar
  • Suara bergetar
  • Berkeringat

2. Gejala pada proses mental, terasa ketika tampil

  • Mengulang kata, kalimat atau pesan sehingga terdengar seperti radio rusak
  • Ketidakmampuan mengingat hal penting yang sedang dibicarakan, meski hanya sekejap
  • Tidak tahu apa yang harus diucapkan selanjutnya

3. Gejala emosional

  • Rasa takut amat sangat sebelum tampil
  • Rasa tidak mampu
  • Rasa malu
  • Kadang terasa mual
  • Udara terasa panas
  • Kebelet pipis
  • Panik
  • Tidak berdaya
  • Merasa dipermalukan

Tentang M.E. Fuady

ME. Fuady adalah dosen Fikom Unisba. Penulis memiliki minat pada banyak hal seperti makanan, tempat kuliner, komik, film, musik, dorama, tokusatsu, ilmu komunikasi, public relations, teknologi komunikasi, agama, mistik, supranatural, dan semuanya berbaur dalam blog IMULTIDIMENSI.
Pos ini dipublikasikan di Public Relations, Public Speaking. Tandai permalink.

3 Balasan ke Public Speaking (1): Bicara itu tidak mudah..!!

  1. Reza berkata:

    Like this pak..🙂
    Setuju pisan, mungkin ini yang membedakan antara menulis dan berbicara. Disaat kita menulis, buaanyaak hal yang bisa kita tulis tapi pas disuruh mengutarakan susahnya minta ampuuuuuuunnnn……….

    Hampir sama kaia jatuh cinta kainya yaa pak? hehehhee ..😀
    Mmm, Follow back dong pak .. nugaroblog.blogspot.com

  2. M.E. Fuady berkata:

    Oh, iya.. ntar saya singgah ke blognya..🙂

  3. Gunawan berkata:

    Pencerahan yg menarik, kalo bisa di tambah, dengan bahasan solusi dan proses pembelajarannya. Trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s