Selamat dari Kematian (Keanehan dan Keajaiban Selamat dari Kematian)

Pernahkan anda selamat dari kematian yang mengintai anda? Hidup anda sudah di ujung tanduk, tampaknya dalam hitungan detik anda akan raib dari dunia ini kembali pada sang Khalik, kembali dalam artian sesungguhnya alias mati a.k.a a.k.a. tewas a.k.a. koit a.k.a. wafat a.k.a meninggal dunia. Anda pergi ke Rahmatullah. Bukan pergi main ke rumah kawan anda yang bernama Rahmatullah, tapi sekali lagi ini mati alias Rest In Peace (RIP).

Tahun 1986/1987-an, saat saya duduk di bangku SD (maksudnya saat itu saya masih sekolah setingkat SD, bukan duduk di bangkunya :D), tepatnya kelas tiga SD, saya sering pergi bermain jauh dengan kawan-kawan di lingkungan rumah. Salah satu tempat kami bermain adalah sebuah curug, posisinya di daerah Geger Kalong. Kalau ada yang tahu Daarut Tauhid-nya Aa Gym, beberapa meter dari masjid DT ada jalan (gang besar) ke area persawahan yang bila ditelusuri akan sampai ke sebuah Curug, namanya Curug Sigay.

Curug Sigay. Curug artinya “air terjun” & Sigay berarti “tangga” (bambu panjang yang digunakan untuk memanjat)
(sumber gambar : http://3.bp.blogspot.com)

Curug Sigay bisa ditempuh sekitar 20 menit (kayaknya😀, udah lupa.. dah dua puluh tahunan ga kesana). Saya dan kawan-kawan ke curug itu dengan berjalan kaki, menyusuri banyak area persawahan. Saya tidak tahu apa sekarang persawahan itu masih ada/ngga ada. Kenapa saya berkata seperti itu? Jaman sekarang sudah biasa areal persawahan jadi perumahan. Sudah semakin menyempit ruang-ruang hijau di kota Bandung.

Di Curug Sigay, sudah pasti saya & kawan-kawan berenang karena arusnya engga begitu besar. Sering saya duduk di atas batu di tengah sungai merasakan sensasi aliran air sungai yang membuat bumi ini terasa bergerak/berjalan perlahan.

Sungainya mirip ilustrasi gambar sungai di atas, tapi tidak selebar sungai pada gambar. Bebatuan tidak begitu banyak. Ada area yang dangkal dan dalam.

Singkat cerita saja, di tengah perjalanan saya memetik sebuah jambu batu ukuran besar siap makan.. Udah mateng jambunya. Saya petik tanpa minta yang punya coz ngga tau siapa yang punya pohon jambu itu. Sampe curug, saya seberangi sungai di atas curug. Saya ambil posisi duduk di atas batu besar yang agak miring. Baru berapa kali gigitan menikmati jambu batu, tiba-tiba… Serosoooooot… !! Celana SD saya yang basah kena air sungai membuat batu menjadi licin. Dan saya jatuh, masuk ke dalam sungai seperti orang maen serodotan di kolam renang.. Byurr!!!

Astaga…!! Saya jatuh beberapa meter dari jurang jatuhnya air sungai (air terjun). Sekuat tenaga saya lawan derasnya air sungai. Saya mati-matian loncat-loncat, nyembul ambil napas sebelum kepala masuk lagi ke air, sekalian melawan arus sungai yang cukup deras.. Kenapa enggak berenang? Oh, tidak bissaa… Pas SD  nggak bisa berenang coy..!! Kalau pun bisa berenang, apa mungkin anak kecil seperti saya melawan arus sungai yang jauh lebih kuat……?? Oh, tidak bissaaa…

Saya nggak mau hanyut terseret lebih dekat lagi ke air terjun. Saya nggak mau jatuh ke bawah..!! Bayangkan, jatuh dari air terjun yang tinggginya 20-25 meteran…. Kalo pun jatuh dari situ selamat, siapa kiranya yang mau jatuh dari ketinggian segitu..

“Ya Allah… Mamah.. Mamah.. “, gumam saya kegirangan… Ya, nggak mungkin lah.. Yang pasti KETAKUTAN…Saya takut amat sangat manggil-manggil Allah dan ibu saya .. Nangis?? Udah jelas, air mata bercucuran, ihampir jatuh dari air terjun kok ketawa ketiwi.. Saya merasa hidup saya udah di ujung tanduk.. Ajal hampir tiba..

TREP….!!! Tiba-tiba ada tangan yang memegang lengan saya.. Ternyata ada seorang kakek-kakek pake baju biru sedang punya hajat di situ.. Maksud saya kakek-kakek itu sedang BAB alias buang air besar alias MOD** ceuk urang Sunda mah.. Dia buang hajat dengan setengah badannya di dalam sungai.. Dia melihat saya hampir terseret jatuh ke air terjun.. Dia berpegangan pada akar-akar rerumputan sambil berusaha meraih tangan saya, DAN BERHASIL… Sekuatnya tangan saya ditariknya ke pinggir sungai.. ALHAMDULILLAH.. saya selamat… Fiuuhhh, teriima kasih Tuhan..

“Makasih, aki” kata saya di pinggir sungai.. Sebenarnya saya lupa apakah sudah berterima kasih/belum karena saya sangat shock.. Tapi kayaknya sudah mengucapkan terima kasih..

Setelah itu, kami bergegas pulang.. Saat kami lewati SD SETIA BUDHI (Dulu namanya Lab School, lalu menjadi PPSP, berubah lagi menjadi SD IKP BANDUNG) di IKIP BANDUNG (kini UPI), saya berkaca di jendela sekolah yang sepi karena pukul 2 atau 3-an sudah bubaran kelas. Saya merasa ada sesuatu yang “terang” di sekitar kepala.. Hanya perasaan saja, tapi terasa ada atmosfer yang berbeda meski saya tidak tahu itu apa…

Saya pulang ke rumah tanpa menceritakan pada siapapun tentang hal ini, termasuk pada orang tua saya.. Saya simpan rapat-rapat karena takut kalau bicara malah kena damprat..😀 Setelah dewasa, saya baru ceritakan apa yang pernah terjadi di sela-sela obrolan ringan saya dengan keluarga..

Yang membuat saya heran dan takjub, “mengapa harus ada kakek-kakek yang buang hajat dekat tempat saya jatuh di sungai??”. “Mengapa bisa ada seorang kakek dekat saya sehingga bisa menolong tepat pada waktunya dan saya selamat karenanya??”.. Cuma Tuhan yang tahu jawabannya. Tuhan yang paham karena Tuhan yang menggerakkan semuanya.. Cuma Tuhan yang dapat membuat skema/pola sehingga kakek itu ada di situ.. Kalau tidak ada kakek itu, barangkali saya pulang tinggal nyawa.. Saya juga nggak bisa menuliskan pengalaman ini.. Itulah takdir Allah.. Saya bersyukur masih dikasih kesempatan bernapas oleh Allah.. Makna akan selamatnya kita dari kematian harus direnungkan secara mendalam..

Untuk kakek itu, anda malaikat penolong. Barangkali anda adalah malaikat yang Allah kirimkan pada saya.. Semoga Allah membalas semua kebaikan anda.. Jasa yang tidak pernah bisa saya bayar.. Hanya do`a yang bisa saya sampaikan..

Berikut ini adalah beberapa kisah lain yang berkaitan dengan “Selamat dari Kematian” :

1) Ayah saya pernah mendapatkan pengalaman selamat dari kematian. Semasa kecilnya ayah saya tinggal di sebuah desa kecil di Cirebon. Saat kanak-kanak, selepas shalat Isya di tajuk (masjid kecil), ayah saya berjalan pinggir kubang (kolam untuk berwudhu khas pesantren tradisional). Ayah saya terpeleset dan jatuh ke bagian kolam yang dalam). Sama dengan saya, beliau nggak bisa berenang. Di sekitar tajuk sudah sepi, tak ada orang. Saat hampir tenggelam, tinggal tangan tangan yang masih menyembul, ada seorang tetangga yang curiga dengan suara sesuatu yang jatuh masuk kolam. Dia balik lagi ke tajuk dan melihat tangan ayah saya. Dan ia menolong ayah. Alhamdulillah.

2) Di Detroit tahun 1930-an, seorang bayi terjatuh dari tempat tinggalnya. Entah apa yang dilakukan ibunya sehingga bayinya jatuh. Sungguh ibu yang sangat sembrono dan dia harus berterima kasih pada pria bernama Joseph Figlock karena bayinya jatuh dari jendela tepat mengenai Figlock yang sedang beralan-jalan. Keduanya tidak terluka dan selamat. Setahun kemudian, bayi yang sama jatuh dari jendela yang sama, dan kebetulan sekali pria yang sama berjalan dibawahnya, dan lagi-lagi keduanya selamat. (Mysteries of the Unexplained dalam http://www.beritaunik.net)

(Kisah “Selamat dari Kematian”, insya Allah akan selalu di update lagi di masa y.a.d.)

i sela-sela obrolan ringan saya dengan keluarga..Ternyata, ayah saya pernah mendapatkan pengalaman selamat dari kematian. Semasa kecilnya ayah saya tinggal di sebuah desa kecil di Cirebon. Saat kanak-kanak, selepas shalat Isya di tajuk (masjid kecil), ayah saya berjalan pinggir kubang (kolam untuk berwudhu khas pesantren tradisional). Ayah saya terpeleset dan jatuh ke bagian kolam yang dalam). Sama dengan saya, beliau nggak bisa berenang. Di sekitar tajuk sudah sepi, tak ada orang. Saat hampir tenggelam, tinggal tangan tangan yang masih menyembul, ada seorang tetangga yang curiga dengan suara sesuatu yang jatuh masuk kolam. Dia balik lagi ke tajuk dan melihat tangan ayah saya. Dan ia menolong ayah. Alhamdulillah.

Tentang M.E. Fuady

ME. Fuady adalah dosen Fikom Unisba. Penulis memiliki minat pada banyak hal seperti makanan, tempat kuliner, komik, film, musik, dorama, tokusatsu, ilmu komunikasi, public relations, teknologi komunikasi, agama, mistik, supranatural, dan semuanya berbaur dalam blog IMULTIDIMENSI.
Pos ini dipublikasikan di Islam, Mistisisme. Tandai permalink.

7 Balasan ke Selamat dari Kematian (Keanehan dan Keajaiban Selamat dari Kematian)

  1. Hanna Wilbur berkata:

    Wow… pantesan Pak Fuad jadi rada aneh (unik) heheh…
    Alhamdulillah masih hidup jadi masih bisa ngajar saya🙂

    • M.E. Fuady berkata:

      H4.. H4.. H4.. H4nN4 bz ajj..
      Rada aneh-unik sih dari dulunya..😀 asal ngga aneh-gila aja.. Alhamdulillah masih hidup dan bertemu dengan Hanna…Nama yang selalu mengingatkan saya pada director serial kartun “Scooby Doo”, William Hanna & Joseph Barbera…🙂

  2. Ping balik: Selamat dari Kematian (Keanehan dan Keajaiban Selamat dari Kematian) (2) | imultidimensi's Blog

  3. Ping balik: imultidimensi's Blog

  4. Ping balik: Selamat dari Kematian (Keanehan dan Keajaiban Selamat dari Kematian) (3) | imultidimensi's Blog

  5. wiwid berkata:

    Luar biasa !!!

  6. Firmandana berkata:

    wow saya pernah ngalamin itu, dulu masih kecil main sepeda ke jalan raya ngejar odong odong (biasaaa bocah kecil mah gituu). trus ban depan sepeda saya kena batu, nah jatohlah gw ke jalan raya, ada org naik motor masiih jalan trus, nah pas jaraknya cuma 3cm dari kepala saya, org itu lngsung berhenti, lalu setelah saya nyampe rumah, saya mikir apa itu keberuntungan atau pertolongan dari Allah, nah saya bilang pasti itu pertolongan dari Allah SWT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s