Ciptakan Kenyataan Yang Kau Kehendaki dengan Pikiran Positif

Seorang yang motornya mogok, berjalan di keremangan malam. Ia berjalan sambil menuntun motornya. “Tuhan, sial banget aku hari ini. Apes banget.. Tuhan, mengapa kau tak adil… Sudah tak Kau beri motor bagus, Kau beri aku mogok pula.. Kau beri aku sedikit rejeki.. Selalu kau timpakan aku dengan kesulitan dan kemalangan.. Selalu kau buat hidupku merana.. Rasanya tak ada kebahagiaan yang tersisa.. Kau siksa diriku.. Oh, Tuhan, sungguh kejam dan tak adil rasanya ini buatku.. Kau begitu kejam..!!”, tuturnya dalam hati.. Sambil terseok mendorong motornya di keremangan malam, pikirannya selalu mengutuk pada ketidakadilan Tuhan yang dirasakannya

Seseorang lainnya di tempat yang sama, berjalan kaki sambil melayang pikirannya, “Alhamdulillah Tuhan, Engkau beri aku nikmat yang amat banyak.. Kau masih beri aku kesempatan untuk melihat dunia, meski hanya dengan satu mata saja.. Meski gelap, Kau berikan bulan yang begitu terang malam ini, Kau berikan bintang untuk menemaniku berjalan malam ini.. Angin pun tak sekencang biasanya.. Kau berikan aku nikmat berjalan kaki malam ini.. Thank`s Tuhan..”, katanya dalam hati sambil tersenyum seolah memberikan senyuman itu pada Tuhannya..

Benarkah Tuhan kejam? Benarkah Tuhan tak adil? Benarkah Tuhan ingin hamba-Nya menderita? Benarkah Tuhan ingin hamba-Nya sakit dan tersiksa? Benarkah Tuhan berikan kemalangan-kemalangan itu pada hamba-Nya?

Ataukah Tuhan itu Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Kaya, Maha Lembut, Maha Mengobati, Maha Menyembuhkan dan Maha Menyehatkan? Juga Maha Pemberi Rizki, Maha Pemberi Nikmat, Maha Adil, Maha Lembut, dan dengan segala ke-Maha-an-Nya?

Tuhan menyatakan dalam sebuah hadits qudsi, “Anna inda zhanni `abdi”, “Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku pada diri-Ku”. Jika kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil, kejam, tidak memberi rezeki, membuat kita merana karena takdir-Nya, maka itu yang akan terjadi. Bila kita berpikir sebaliknya, Tuhan Mahakasih, Mahasayang, Maha memberi rezeki, Mahaadil, maka itu pula yang akan menjadi kenyataan.

sumber gambar : http://sepenggal.files.wordpress.com

Manusia adalah co-Creator

Secara tidak langsung Tuhan meminta kita untuk selalu berpikir positif tentang diri-Nya, dan memang begitulah seharusnya. Wajah Tuhan dengan kasih dan sayang-Nya jauh lebih nyata dibanding kemurkaannya. Keagungan Tuhan dengan kemahalembutan-Nya jauh lebih memancar. Kenyataan yang dikehendaki manusia bisa digapai melalui pikiran-pikiran positif tentang Tuhan. Mengutip kang Jalal dalam “Meraih Cinta Ilahi”, Iqbal menyatakan bahwa “Manusia adalah co-creators”, manusia adalah “kawan” sang Pencipta. Manusia turut andil dalam menciptakan kenyataan-kenyataan. Melalui apa? MELALUI PIKIRANNYA.

Dalam ilmu Psikologi dan Komunikasi ada sebuah “teori” untuk menciptakan kenyataan, yakni “nubuat yang dipenuhi oleh diri sendiri”. Kenyataan tercipta berdasarkan pikiran kita tentang kenyataan itu sendiri dan tanpa sadar kita memenuhinya. Jika kita berpikir bahwa kita orang bodoh, maka kita akan benar-benar menjadi orang bodoh. Jika kita berpikir kita mampu mengatasi persoalan, maka persoalan apa pun bisa kita hadapi. Jika kita berpikir kita adalah korban dalam sebuah sistem, tak kuasa menolaknya, hanya bisa menerima saja, maka itu yang akan menjadi kenyataan. Jika kita berpikir bisa menghadapi permasalahan itu dan menyelesaikannya, maka itu yang akan terjadi. Ingatlahย  bahwa “You donโ€™t think what you are, you are what you think”.

Yang mana akan anda pilih : Negative or Positive Thinking ?

Jika seseorang merasa bahwa sebuah sistem mempersulit kita, menjadikan kita sebagai korban dan kita menderita karenanya maka itu yang akan terjadi. Padahal mungkin saja “penderitaan” itu cuma persepsi saja. Itu hanya “kenyataan” yang diciptakan oleh diri kita sendiri. Dalam kenyataan yang sesungguhnya, yang terjadi tidak seperti itu, Karena pikiran negatif tentang lingkungan, maka kenyataan yang didapatnya seperti yang dipikirkannya.

Jika kita mempersepsi bahwa puasa adalah sebuah siksaan dan penderitaan, maka itu yang akan kita terjadi. Puasa akan terasa menjemukan dan melelahkan. Puasa menjadi sebuah kesia-siaan. Sebaliknya bila kita berpikir bahwa puasa itu adalah kenikmatan, kesenangan dan kebahagiaan, maka itu yang akan kita rasakan. Akan terasa manisnya puasa dan berbagai kenikmatannya.

Mengapa itu bisa terjadi?? Sekali lagi, sesungguhnya semua berpulang pada pikiran kita. maka hendaklah segera hentikan pikiran-pikiran buruk tentang dri kita, tentang orang lain, tentang siapa pun. berpikir positif lah tentang diri kita dan lingkungan, maka itu pula yang akan kau dapat.

Seorang narasumber dalam riset saya tentang mistisisme bercerita, ia dapat menciptakan cuaca yang cerah. Ia bisa tentukan langit biru dan matahari yang bersinar terang sesuai harapannya. Ia sudah buktikan berkali-kali. Ia tunjukkan pula pada saya sebagai periset. Lalu, apa katanya? “Yang menentukan itu semua adalah Allah, saya cuma BERDOA dan BERPIKIR POSITIF kalau langit akan cerah, matahari akan terik, cuaca bersahabat. Itulah yang akan terwujud”. Bagaimana bila hujan? “Terima saja, hujan adalah rejeki bagi semua ciptaan Allah. Kalau pun hujan, terima itu sebagai keputusan terbaik Allah, nikmati, dan syukuri. Itu yang terbaik dalam pandangan Allah”, ujarnya. Kuncinya sekali lagi terletak pada PIKIRAN POSITIF.

Manusia adalah makhluk pencerita dan mempercayai apa yang diceritakannya. Manusia dapat menciptakan kenyataan berdasarkan PIKIRANNYA dan apa yang diucapkan pada orang lainnya. Mengenai hal itu, saya memiliki pengalaman pribadi yang telah lama terjadi. Tahun 1998-an, dalam sebuah acara seorang kawan dekat mengatakan, “Hebat ya, si fulan jadi MC di acaranya Amien Rais”. Saya katakan pada kawan saya, “Tenang aja, insya Allah kamu juga bakal jadi MC di acara yang ada Amien Rais-nya. Saya yakin. Lihat aja ntar”. Saya katakan itu dengan perasaan yang kuat dan pikiran positif. Satu tahun kemudian, kawan dekat saya menjadi MC di Wisma Kuningan Jakarta. Siapa tokoh yang mengisi acara? Pak Amien Rais..!! Saya kaget dan takjub dengan kekuatan PIKIRAN POSITIF. Benar-benar DAHSYAT.

Pikiran negatif akan menguras banyak energi manusia. Pikiran negatif akan membawa manusia untuk selalu was-was, menyalahkan orang lain, dengki, dan hasad. Sebaliknya berpikir positif akan menjadi sebuah energi yang dahsyat bagi kita. Energi dahsyat untuk menciptakan kenyataan. Saya sering membuktikannya. Tak percaya? Silahkan coba, awali dengan pikiran positif tentang Tuhanmu, dirimu, dan lingkunganmu… DAN COBALAH PULA MELALUI DOAMU..


“Allah, jadikan kami sebagai hamba-Mu yang selalu mensyukuri segala nikmat-Mu.. Amin..”

Tentang M.E. Fuady

ME. Fuady adalah dosen Fikom Unisba. Penulis memiliki minat pada banyak hal seperti makanan, tempat kuliner, komik, film, musik, dorama, tokusatsu, ilmu komunikasi, public relations, teknologi komunikasi, agama, mistik, supranatural, dan semuanya berbaur dalam blog IMULTIDIMENSI.
Pos ini dipublikasikan di Islam, Mistisisme. Tandai permalink.

8 Balasan ke Ciptakan Kenyataan Yang Kau Kehendaki dengan Pikiran Positif

  1. royhan hadi berkata:

    senang sekali melihat dosen bisa mengunakan teknologi internet baik untuk menulis, mengajar dan berbagi pengalaman seputar pengetahuan. Tapi karya original bagi saya sangatlah baik, banyak para bloger di Indonesia hanya bisa “copas” tanpa menyebutkan sumber tulisannya, menulis adalah sebuah hoby yang harus di nikmati dalam merangkai kata-kata indah yang enak di baca, mudah-mudahan semua karya tulis kita ini bisa di nikmati oleh semua orang. semoga semua dosen di UNISBA bisa dan paham menggunakan teknologi internet untuk menulis dan membudayakan serta membiasakan diri untuk menulis di internet, amninnnn….. sukses pak dengan filosofi positif thingkingnya: “berpikir positif akan menjadi sebuah energi yang dahsyat bagi kita, Energi dahsyat untuk menciptakan kenyataan”

    • M.E. Fuady berkata:

      Tq bgt, Sdr. Royhan ..๐Ÿ™‚ Benar, permasalahan yang ada pada pemilik blog adalah pada sisi originalitasnya. Bukan hanya original pada tulisannya, tetapi juga pada gambar/foto/picture yang dimuat. Bila memuat tulisan /picture orang lain hendaknya disebutkan sumber tulisan. Blog bukan sekedar ruang untuk memuat link informasi dari tempat lain apalagi bila hanya comot sana sini. Bila hanya sekedar copas, apalagi tanpa menulis sumber, tak elok rasanya..๐Ÿ™‚
      “Dan Allah telah mengajarkan bahasa pada manusia”. Bagi penulis di dunia maya, inilah ruang mereka berbahasa, ruang mereka mengekspresikan hati dan pikirannya mengenai dunia..๐Ÿ™‚
      Sukses untuk sdr. Royhan..

  2. Hanna berkata:

    Menarik, Allah juga hanya meminta pertanggung jawaban kita terhadap apa yang mampu kita lakuin. Allah gak akan ngasih melebihi kemampuan kita.
    Another reason to have a positive thought๐Ÿ™‚

  3. Amel berkata:

    Terimakasih pak..sudah menguatkan alasan saya untuk selalu positive thinking…melalui tulisan ini…heu

    • M.E. Fuady berkata:

      Itu yang membuat saya selalu berpikir positi tentang Amel.. Dah baik, cantiq, manis, pinter, bisa diandalkan tuk acara, jadi MC.. KAlo bawel ga pa pa lah..๐Ÿ˜€
      Oh ya trims yang tadi di depan lab fotografi..๐Ÿ˜€

  4. amel berkata:

    Alhamdulillah…terimakasih pa…sudah mengakui anugerah allah yg diberikan kpd saya…akhirnya,bpk menyadarinya jg..heuheuheu…
    aduh pa klo yg ddpn lab tadi hrs saya yg minta maaf,gk sengaja nabrak bapak…maaf pa…heummmmm…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s