THE KING`S SPEECH : PERFECTO..!! (Ketika Gagap menjadi Masalah Nasional)

“Kekk.. Kekk.. Kekk.. Kekk.. Kekk.. Kekk..”, tutur seorang pria dengan susah payah..  “Pepp.. Pepp.. Pepp.. Pepp..”, kembali pria itu mencoba melanjutkan bicaranya namun tetap tak ada lagi yang keluar dari mulutnya. Wajahnya menegang dan tampak berkeringat. Sangat sulit tampaknya bagi dia berbicara. Jangankan menjawab pertanyaan, untuk mengawali pembicaraan sulitnya minta ampun. Bicara menjadi momok baginya. Bicara menjadi ketakutan terbesar dalam hidupnya dibandingkan ketakutannya tehadap apapun.

“Kekk.. Kekk..” di atas bukan ilustrasi tawa seseorang kayak Woody Woodpacker si burung pelatuk. “Pepp.. Pepp” di situ juga bukan memanggil Kang Apep Surapep atau Pep Guardiola, pelatih Barcelona😀.. “Kekk” dan “pepp” itu adalah perhentian dalam kalimat setiap kali ia sulit bicara. Sederhananya, orang itu GAGAP. Mirip Aziz Gagap lah🙂 Bedanya Bang Aziz berperilaku demikian hanya akting/rekayasa saja karena tuntutan profesi, sementara orang ini takdir hidupnya mengharuskan ia untuk tidak demikian. Gagap adalah “aib” baginya karena ia adalah seorang RAJA. Ya, dia adalah King George VI semasa muda..

Ketika gagap menjadi masalah nasional.. Ketika kesulitan berbicara menjadi masalah negara.. Ketika bicara membuatnya merasa sangat terbebani.. Ketika ketidakmampuan berbicara adalah satu-satunya hal yang dapat membuatnya menangis… Ketika ketidakberdayaan dalam berkomunikasi menjadi masalah serius bagi seorang pangeran yang tak menyangka “takdir” memilihnya menjadi raja.. Takdir memilih ia melakukan pekerjaan yang paling tidak disukainya : BICARA.. Pekerjaan yang membuat hatinya remuk redam.. Itulah sajian utama film “King`s Speech”.

Kesulitan berbicara saat berhadapan dengan publik atau massa yang berjumlah puluhan ribu bahkan jutaan jauh-jauh hari telah dialaminya sebelum menjadi raja. Saat pangeran berpidato, rakyat hening menunggu pangeran mengutarakan kata demi kata dengan susah payah. Yang lebih parahnya lagi, gagapnya sang pangeran terlihat dan terdengar jelas. Bukan hanya wajah pangeran yang merah padam karena malu, rakyat pun menghela napas panjang, hopeless, seolah mengatakan, “sosok pangeran yang tidak punya harapan”. Rakyat kecewa karena berpidato saja pangeran sangat kesulitan.

Kita merasa menjadi fokus perhatian, semua mata menatap pada kita.

ternyata dalam situasi antarpersona pun, baik berbicara dengan kolega atau bahkan mendongeng pada Elizabeth dan Margaret, dua putri yang sangat disayanginya, sang pangeran sangat jelas tampak kesulitan. Really, really, poor prince…

Berbagai dokter telah didatangi, berbagai metode telah dijalani, termasuk melatih berbicara dengan tujuh buah kelereng di dalam mulutnya. Sampai butiran kelereng itu hampir tertelan. Tetap saja ia gagap, tak bisa lepas berbicara. Pangeran yang malang. Ia putus asa.

Sampailah ia pada seorang ahli terapi berbicara, Lionel Logue. Dengan berbagai metodenya yang unik dan tak biasa, sampai permintaan kesetaraan dengan pangeran dalam proses terapi, perlahan sang pangeran mulai dapat menghadapi masalahnya berbicara. Dan, tampaknya pangeran akhirnya memahami bahwa masalah yang dihadapinya sangat bersifat psikologis. Selain, berlatih juga sangat penting..

Ending “King`s Speech” disajikan dengan sangat indah.. Melalui pesawat radio, rakyat Inggris dibuat menahan napas mendengarkan pidato sang raja, kata demi kata.. Begitu pun penonton film yang turut larut menahan napas dengan jantung yang berdegup dag dig dug.. Khawatir sang raja menunjukkan KETIDAKSEMPURNAAN seperti sebelumnya.. Hasilnya? SAD ENDING? HAPPY ENDING? Silakan tonton saja sendiri..🙂

Yang pasti film luar biasa ini sangat pantas mendapatkan banyak penghargaan.. Seperti halnya Slumdog Millionaire dan Curious Case of Benjamin Button beberapa tahun lalu..

Tak berlebihan, untuk mereka yang tidak sempat menonton film ini pasti akan sangat menyesal.. Mumpung masih diputar di bioskop, buaruan tonton, dan rasakan sensasinya.. TOP BANGEUDH.. 🙂 Great great movie for anyone who has an interest in communication, especially public speaking..

Catatan :

King`s Speech mengingatkan saya pada seseorang. Seorang kawan yang kesulitan bicara pada masa remajanya. Saat hendak mengucapkan sesuatu, selalu tertahan di tenggorokannya. Wajahnya penuh dengan keringat. Peluhnya membanjiri muka dan badannya. Wajahnya menegang. Rahangnya kaku. Selalu ia mencoba untuk mengulanginya, “Kekk.. Kekk.. Kekk.. Kekk”, hasilnya tetap sama. Ia seperti akan berkata-kata namun tampak sangat berat dan sulit. Apa yang hendak ia ucapkannya pada sopir angkot?? hanya satu kata. “Kiri”.

Tentang M.E. Fuady

ME. Fuady adalah dosen Fikom Unisba. Penulis memiliki minat pada banyak hal seperti makanan, tempat kuliner, komik, film, musik, dorama, tokusatsu, ilmu komunikasi, public relations, teknologi komunikasi, agama, mistik, supranatural, dan semuanya berbaur dalam blog IMULTIDIMENSI.
Pos ini dipublikasikan di Film, Public Speaking. Tandai permalink.

3 Balasan ke THE KING`S SPEECH : PERFECTO..!! (Ketika Gagap menjadi Masalah Nasional)

  1. rina berkata:

    jadi pengen nonton…penasaran..
    siap2 download🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s