Protokoler : Preseance & Seating Arrangement

Sebagaimana telah saya uraikan dalam berbagai pertemuan di kelas, berbicara tentang protokol berarti bicara tentang serangkaian aturan, maka inti di dalam keprotokolan adalah Pengaturan Keprotokolan yang meliputi preseance dan rotation;

1.        Preseance.

Preseance pada dasamya ialah hak protokoler yang diberikan kepada seseorang atau lambang untuk memperoleh penghormatan dan perlakuan, perlindungan, ketertiban, keamanan dan fasilitas sebagaimana mestinya sesual dengan kedudukan jabatannya berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku. Khusus mengenai pemberian penghormatan pada suatu acara, diwujudkan dalam tata tempat “preseance”., dimana seseorang dengan preseance utama atau Orang Paling Utama (OPU) atau VVIP senantiasa memperoleh tempat yang utama pula. Ekspresi dari sebuah preseance dalam suatu upacara diakomodir dalam seating arrangement.

2.        Rotation

Pemberian penghormatan terhadap seseorang selaku Pejabat Negara atau Pejabat Pemerintah dalam suatu upacara, diwujudkan deagan tata urutan sambutan (rotation). VVIP selalu menyarnpaikan sambutannya paling akhir. Kemudian, jika dalam acara briefing atau pengarahan maka VVIP diberikan pada kesempatan pertama (kecuali terdapat suatu alasan kuat mengingat situasi dan kondisi).

Pengaturan tata tempat dalam suatu acara biasa disebut seating arrangement, mekanismenya meliputi hal-hal sebagai berikut;

  1. Mengidentifikasi golongan penerima preseance (Very important Person (VIP) dan Very Important Citizen (VIC);
  2. Menyusun preseance/order of precedence atau urutan Pejabat Negara, Pejabat Pemerintah dan Tomastu sesuai/berpedoman kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam susunan preseance tersebut tergambar dengan jelas siapa yang berhak memperoleh preseance pertama, kedua dan seterusnya;
  3. Jika terdapat persoalan untuk menentukan susunan preseance terhadap dua orang yang memangku suatu jabatan yang sama/sederajat, maka diambil sebagai dasar untuk menetapkan siapa yang berhak memperoleh preseance pertama dengan parameternya dilihat dan kedudukan ketatanegaraan, kedudukan administrasi, sosial dan hal-hal bersifat khusus yang menyangkut ruang, waktu dan tempat;
  4. Susunan preseance yang telah ditetapkan tersebut, diekspresikan dalam Lay Out atau Tata Ruang dengan komposisinya meliputi;

Pertama                                         Front Row (baris utama);

Rumus jumlah ganjil (angka ganjil di sebelah kiri)

(3) (1) (2) atau   (5) (3) (I) (2) (4)

Rumus jumlah genap (angka genap di sebelah kiri);

(4) (2) (I) (3) atau (6) (4) (2) (I) (3) (5)

Kedua

First Row/baris pertama terdiri dari side right dan side left (sayap kanan dan kiri baris utama).

Tata letak antar baris dipisah dengan jarak antara satu – satu setengah meter.

               xxxxxxxx                   xxxxxx                 xxxxxxxx

          First Row (left)       Front Row      First Row (right)

* Rumus pada Baris Pertama sayap kanan FR

( 1) > (2) > (3) > (4) > (5) > (6)

* Rumus pada Baris Pertama sayap kin FR

(6) < (5) < (4) < (3) < (2) < (1)

(Keterangan : Contoh power point tidak diberikan, cukup disampaikan dosen di kelas)

Tentang M.E. Fuady

ME. Fuady adalah dosen Fikom Unisba. Penulis memiliki minat pada banyak hal seperti makanan, tempat kuliner, komik, film, musik, dorama, tokusatsu, ilmu komunikasi, public relations, teknologi komunikasi, agama, mistik, supranatural, dan semuanya berbaur dalam blog IMULTIDIMENSI.
Pos ini dipublikasikan di Protokoler, Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s