Ulasan Tugas Majalah WPR (2)

Tulisan ini kelanjutan dari ulasan mejalah WPR sebelumnya di Ulasan Tugas Majalah WPR (1). . Seperti yang saya kemukakan,  hasil akhir dari majalah kelompok ini tergantung dari kemauan, kesungguhan, kecermatan, ketelitian, ketelatenan,  dan KREATIFITAS mahasiswa. Jadi jangan heran bila karya mahasiswa memiliki hasil akhir yang berbeda. Muringkak dan K-Magz sudah di bahas. Untuk majalah lainnya, let`s cekidoot..!!! 

3.GALS

Liputan, konten, layout, warna, dan foto, sudah sesuai dengan tema yang girly. Liputan di beberapa butik, mall, clothing, aksesoris, sampai pasar membangun karakter majalah yang remaja simple, hangat, dinamis, ceria, cerah, dan “fashionista” (*meski modelnya bukan remaja lagi.. :D).

Seperti yang sudah saya sampaikan di kelas, setiap tulisan harus diakhiri dengan ID penulisnya, dan “GALS” sudah memenuhi itu. Penulisan rubrik dalam majalah ini (hal. 5) sudah oke, pengistilahan masing-masing rubrik sudah khas alias tidak generik.  Sebagai masukan, karakter huruf  yang menjadi pilihan majalah harus konsisten. Beberapa halaman menggunakan jenis huruf yang tidak sesuai dengan karakter majalah sepert;  Trend Fashion 2012, Hunting, Salon MoZ5, Fashion dan Horoscope.

Pilihan ukuran majalah oke banget. Untuk liputan, sudah variatif, dari fashion sampe ke kuliner. Rubrik juga begitu. Satu saja masukan, sebaiknya untuk majalah selanjutnya (yang kita tahu tidak akan pernah  terbit :D), buat liputan yang lebih mendalam, misalnya liputan event atau (terutama) profil. Jadi setiap halamannya tidak akan dibaca sepintas lalu. Liputan mendalam akan membuat jejak dalam benak dan hati pembaca. Di atas semua itu, saya menilai “GALS” termasuk majalah terbaik di kelas WPR (Jangan ge-er..!! :))

4. SEX (SOUND EXPLOERER)

Pilihan nama SEX untuk majalah musik rasanya terdengar enggak match . Kita tahu itu kependekan dari Sound Explorer, bukan “Dora The Explorer”, apalagi “Pepi The Explorer” namun dibanding “SEX” yang berkonotasi tertentu, menurut saya lebih pas bila dipilih “SOUL” saja. SOUL ini bukan kependekan dari “SOUL SAPATU… SOUL SAPATU.. *Mang, sol sapatu.. sabarahaeun..?? Sapuluh rebu, A..”😀, bukan itu, tapi  SOUnd ExpLorer. Pilihan nama SOUL alias “jiwa” mengesankan sesuatu yang lahir dari dalam jiwa. Sesuatu yang ada, terasa, dan berasal dari relung hati manusia. Bukankah denting musik yang indah berasal dari jiwa..? Musik yang indah juga akan menggerakkan jiwa manusia. SOUL berarti seni yang berasal dari jiwa manusia.

Ukuran majalah bebas, tapi pilihan ukuran SEX lebih tepat untuk newsletter. Ketidaktersediaan info mengenai berbagai rubrik di halaman awal, tak ada tajuk atau tulisan yang mewakili sikap/visi redaksi di halaman awal, jumlah halaman kurang dari ketentuan, lebih mirip newsletter. Cover juga tidak memberikan info apa saja isi liputan dari majalah ini.

Untuk jenis huruf, layout dan desain sudah oke. Sayangnya konten terlalu gado-gado, tidak segmented, padahal segmentasi majalah dipengaruhi pilihan isi/hasil liputan. Karakter majalahnya menjadi tidak jelas. Identitas majalah menjadi abu-abu. Mau remaja, orang tua, modern, atau konvensional..? Rasanya menjadi campursari kali ya..

Berdasarkan pengalaman, berbagai hal yang sudah saya singgung di atas terjadi karena mahasiswa tidak memanfaatkan sebaik-baiknya waktu yang diberikan. Tanpa mengecilkan pengorbanan waktu, energi, dan cost (juga emosi),  seharusnya mahasiswa bisa menghasilkan produk akhir yang jauh melebihi hasil yang telah dibuat. Jangan patah semangat, masih ada mata kuliah lainnya untuk menghasilkan karya yang lebih baik.

*nb : Bila perlu, kumpulkan majalah hasil revisi, seperti masukkan saya di atas (jumlah halaman, pengantar redaksi, dll. Ukuran tidak perlu diubah). Sederhana, tidak perlu digital printing, cukup print out biasa bila terasa berat cost-nya.

——————–

Ulasan tentang majalah lainnya tunggu aja di tulisan berikutnya. Jangan lupa baca Ulasan Tugas Majalah WPR (1) yang sudah saya terbitkan.  Sekarang mau istirahat dulu menikmati pagi hari indah.

Tentang M.E. Fuady

ME. Fuady adalah dosen Fikom Unisba. Penulis memiliki minat pada banyak hal seperti makanan, tempat kuliner, komik, film, musik, dorama, tokusatsu, ilmu komunikasi, public relations, teknologi komunikasi, agama, mistik, supranatural, dan semuanya berbaur dalam blog IMULTIDIMENSI.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Writing for PR. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Ulasan Tugas Majalah WPR (2)

  1. viky nur ramli berkata:

    waduh kirain muringkak paling bagus di kelas WPR bapak, hahahaha
    sudah ge’er soalnya di ulas paling pertama.
    untuk kelanjutannya melalui blog yang akan kami dan bapak rintis, insya allah akan kami kerjakan dan lakukan di sela-sela waktu kami pak.
    semoga tidak ada kesibukan yang menyita waktu kami untuk merintis redaksi muringkak magazine lebih lanjut pak.
    wassalamualaikum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s