Serial TV Memang Nggak Ada Matinya..!!!

Setiap orang memiliki kesenangan yang berbeda dari masa ke masa. Ini dipengaruhi perkembangan teknologi pada “zamannya” masing-masing, termasuk sajian dari media itu sendiri. Yang relatif tidak berubah adalah kesenangan audiens menonton tayangan serial TV yang kini bisa diakses/dinikmati melalui internet. Entah itu menonton secara online atau dengan mendonlotnya terlebih dahulu.

Bila tahun 1980-an kita disuguhi tayangan  “Heidi’, “Return to Eden”, “Highway to Heaven”, dll, jelang 1990-an tayangan dari negara latin mulai menghiasi layar kaca. Sebut saja  “Little Missy”, “Escrava Issaura”, kemudian ‘Si Kembar Rossie”, “Maria Mercedes”, berlanjut ke “Marimar”, “Inez Sang Sekretaris”, daaaan masih banyak lagi.

Layar kaca di 1990-an juga dihiasi tayangan serial Jepang.  “Tokyo Love Story”, “Ordinary People” (Ashunaro/White Book of Love), ” Anything for You” (Kimi no Tame ni Dekiru Koto), “101 Proposal”, “Under The Same Roof”, de el el berikut OST-nya yang begitu indah dan legend. 

Tayangan serial mandarin juga turut hadir, mulai “Legend of Condor Heroes” versi Felix Wong Yat Wa, Yoko si “Return of Condor Heroes” versi Andy Lau,  Thio Bu Kie “Heaven Sword and The Dragon Sabre” alias “To Liong To”-nya Tony Leung,  sampai “White Snake Legend”-nya Chao Ya Che. Semua sempat mewarnai perkembangan layar kaca di tanah air.

Boleh dibilang tayangan serial TV di jagat industri hiburan dimana pun enggak ada matinya. Asalkan bisa mengikuti dan menciptakan selera pasar, semua akan tetap hidup. Mengikuti pasar berarti mengerti apa yang diinginkan oleh audiens, namun menciptakan selera pasar dinilai jauh lebih baik karena berhasil menciptakan trend, menjadi trendsetter. Yang lain menjadi pengekor alias follower.

Sebenarnya menjadi pengekor tidak ada jeleknya, bahkan boleh jadi akan bernasib lebih baik dibanding pendahulu bila memang bermutu. Kalau mengambil contoh, seperti tayangan “Dahsyat” di RCTI yang sebenarnya mengekor kesuksesan “Inbox” di SCTV. Sebagai trendsetter, “Inbox” berhasil membangun pasar penikmat tayangan musik pagi hari setelah vacuum untuk beberapa tahun (mungkin masih ada yang ingat “Bursa Musik Indonesia”-nya Anteve?), dan “Dahsyat” adalah pengekor yang berhasil menciptakan pasarnya sendiri, loyal dan jauh lebih besar dibanding pendahulunya.

Indosiar sebagai stasiun TV baru pada masanya berhasil menciptakan pasar sendiri dengan sinepang (sinetron Jepang) dan sineman (sinetron Mandarin), saat RCTI dan SCTV lebih memilih tayangan sinela (sinetron latin) alias telenovela. Indosiar juga menayangkannya striping (tiap hari/on monday to friday). Tampaknya kini Indosiar juga cukup sukses dengan tayangan serial drama Korea yang juga striping.

Buat anda yang berlangganan TV berbayar, pasti ngeh dengan serial Heroes, Prison Break, The Vampire Diaries, The Mentalist, True Blood, Nikita, Spartacus, Lost, CSI, Supranatural, dll. Bila serial TV itu berkualitas, audiens akan selalu menunggu penayangannya di setiap musim baru. Atau, bersiap saja dengan serial baru lainnya bila ternyata serial yang anda ikuti sengaja “dimatikan” stasiun TV/PH karena dianggap ratingnya nggak bagus.

Tayangan TV memang begitu berjibun namun tetap saja semua kembali pada ‘sang penguasa’ pemegang remote TV di rumah masing-masing. Tayangan TV mana yang anda pilih itu tergantung selera anda. Meski anda tak menontonnya di TV, bukankah anda bisa menontonnya melalui DVD (tentunya yang bajakan khan? :D), secara online, atau mendownloadnya sekalian koleksi serial TV bermutu..🙂

Tentang M.E. Fuady

ME. Fuady adalah dosen Fikom Unisba. Penulis memiliki minat pada banyak hal seperti makanan, tempat kuliner, komik, film, musik, dorama, tokusatsu, ilmu komunikasi, public relations, teknologi komunikasi, agama, mistik, supranatural, dan semuanya berbaur dalam blog IMULTIDIMENSI.
Pos ini dipublikasikan di Film. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s