We Know Nothing, So Don`t Judge a Book by Its Cover : Kisah Nyata Mereka Yang Dianggap Enggak Mampu (1)

Tuhan memberi mata kepada tiap manusia untuk melihat. Dengan matanya manusia bisa melihat orang yang lainnya. Kemudian dari situ, ia melakukan penilaian terhadap siapapun yang ada di sekelilingnya. Tanpa disadari, pandangan mata seringkali menipunya. Seringkali realitas yang dipersepsinya tak seperti kenyataannya. Karena terlalu tergantung pada apa yang dilihatnya, manusia tak menyadari bahwa kenyataan yang sesungguhnya tak seperti penilaiannya. Ada satu masa ia mengira orang itu baik, ternyata tidak. Di situasi lain, saat berhadapan dengan orang lain, ia mengira orang itu jahat, ternyata kebalikannya. Dari penampilan, ia mengira orang dihadapannya miskin, nggak mampu, kere, ndeso, katro, dan sebangsanya😀 padahal orang itu betul-betul pengusaha yang hartanya melimpah ruah..

Di bawah ini ada beberapa kisah tentang orang yang dipandang sebelah mata padahal mereka adalah orang yang luar biasa🙂 Sadarilah bahwa panca indera manusia memiliki keterbatasan. We know nothing about (beyond) the reality, so don`t judge a book by its cover..  Let`s cekidooot….!!

Kisah nyata 1 :

“Ada seorang bapak berpakaian biasaaaa aja jalan kaki bawa dua keresek hitam berukuran besar. Dia masuk ke showroom kendaraan. Satpam yang melihatnya spontan mengusir karena dikira itu orang yang enggak ada kerjaan, ngapain masuk ke showroom. Si bapak yang diusir itu cuma tersenyum dan menerima saat diusir, enggak ada marah-marahnya..

Kebetulan ada orang yang melihat kejadian itu dan dia tahu siapa orang yang diusir. Inisiatif, langsung dia kasih tahu manajer showroom tersebut kalo orang yang diusir tadi adalah salah satu orang terkaya di Kabupaten Kuningan. sang Manajer langsung mengejar si bapak tadi & meminta maaf.

Pakaian boleh lusuh, tapi mau tahu apa isi kereseknya..?? Uang cash untuk beli dua buah truk di showroom…!!!”

Kisah nyata 2 :

“Di BIP, seorang sales kendaraan roda empat sedang berdiri mempersilakan pengunjung mall melihat dan menawarkan produk baru mereka. Melihat seseorang berpakaian kaos, bercelana pendek, alas kakinya hanya sandal pula, ia melengos. Orang itu memang tampak seperti orang tak berduit.

Justru sales lainnya yang menyambut dengan baik. Ia berprinsip tak membedakan calon konsumen. Ia layani dengan ramah pengunjung itu. Sampai akhirnya si pengunjung yang berpakaian biasaaaa saja itu memberi kartu nama. Ternyata ia seorang dokter yang sudah cukup lama tinggal di Singapura dan baru kembali lagi ke tanah air. Alamat rumahnya di Kota Baru Parahyangan. Dan cerita ini berakhir manis. Si dokter langsung memesan satu unit mobil mewah. Sales yang melengos tadi cuma bisa bengong dan melongo.. Cafffeeee deeeeh…!!”   

Kisah 3 :

Ada seorang SPG toko diamond di BIP, Bandung. Dia tipe SPG yang enggak suka beda-bedain konsumen. Dia baeeeek banget ama semua konsumen. Ga liat dari baju, perhiasan, apalagi wajah si konsumen😀 Kemudian ada seorang ibu berpakaian agak lusuh, bawa keresek gede warna item masuk toko. Ibu itu nanya-nanya harga diamond.

Enggak tanggung-tanggung, ibu itu nanya berlian yang harganya ratusan juta, padahal menilik dari baju, kayaknya si ibu enggak mampu beli. Jangankan yang ratusan juta, yang beberapa jutaan juga enggak bakalan terbeli.

Si SPG ini tetep melayani dengan baik dan ramah. Enggak peduli si ibu mau beli atau enggak. Ternyata, apa yang terjadi..?? JRENG-JRENG.. JRENG-JRENG… *kamera menyorot wajah dan mata si  SPG, biar kayak sinetron-sinetron enggak mutu di Indonesia😀 .. TERNYATA si ibu itu beli sebuah berlian. Bayar cash pula. Isi kresek itemnya duit ratusan juta..🙂

SPG itu bilang ama temennya,  “Kalo yang pake pakaian perlente cuma beli berlian keciiiil yang harganya satu jutaan. Kalo yang pakaian biasa aja, malah yang ratusan jeti.. ”😀

Pelajaran berharga dari kisah di atas, yang mau untung malah buntung, yang mengira orang di hadapannya nggak mampu malah kecele.. Makanya, jangan bedakan siapapun. Jangan menilai orang dari apa yang dikenakannya.. So don`t judge a book by its cover.. 

Tentang M.E. Fuady

ME. Fuady adalah dosen Fikom Unisba. Penulis memiliki minat pada banyak hal seperti makanan, tempat kuliner, komik, film, musik, dorama, tokusatsu, ilmu komunikasi, public relations, teknologi komunikasi, agama, mistik, supranatural, dan semuanya berbaur dalam blog IMULTIDIMENSI.
Pos ini dipublikasikan di Islam. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s