Social Technographics Profile : Memahami Konsumen di Media Sosial

Seorang pengguna fesbuk  ngomel-ngomel melalui statusnya. Ia marah, gerah dan jengah karena halaman fb-nya dipenuhi oleh gambar hape, laptop, dan berbagai produk elektronik lainnya. Ia merasa sangat terganggu atas ulah “teman” facebooknya  – yang entah ia kenal/tidak – menge-tag ia dengan produk-produk yang tidak ia butuhkan.  Ia pun memutuskan pertemanan dengan kawan fesbuknya itu.

Di tempat berbeda, seorang pengguna fb/twitter yang jualan produk elektronik itu justru merasa senang. Ia merasa berhasil mempromosikan produk yang dijualnya. Tanpa biaya mahal, ia dapat menginformasikan barang dagangannya melalui fb. Hanya dengan berteman dan membuat tag pada gambar itu.

Informasi yang membanjiri halaman media sosial seseorang, entah itu twitter, fesbuk, atau lainnya, oleh jadi informasi itu bermanfaat dan dibutuhkannya, atau bisa pula sebaliknya. Informasi itu sama sekali tidak berguna alias sampah. Intinya, internet telah mengubah cara pandang orang terhadap dunia di sekelilingnya.

Disadari/tidak, media sosial memang telah mengubah cara penggunanya berinteraksi, berkomunikasi, dan bertukar pesan. Media sosial mengubah cara orang berbisnis, berpromosi, berkarir, membangun identitas, reputasi, kepercayaan, image, dan segalanya.

Sebelum internet hadir di tengah-tengah kita,  institusi membangun identitas dan reputasi dengan cara konvensional, melalui berbagai perangkat tradisional pula. Kini, dengan dukungan teknologi, semua berubah. Perusahaan tak lagi bergantung pada media tradisional (media massa) atau menjadikan itu sebagai satu-satunya media untuk meraih publik/konsumen. Social media dan social network seperti blog, fesbuk, Linkedin,twittter, forum online, telah membangun sebuah “ekosistem” tersendiri. Ekosistem yang memudahkan penggunanya saling berkomunikasi, berinteraksi, membantu satu sama lain, berbagi informasi, dan membangun image (identitas-reputasi-kepercayaan). Li dan Bernoff menyebut itu dengan Groundswell.

Yang perlu disadari, publik/konsumen di dunia maya memliki kekhasan dan keunikan. Berbeda dengan konsumen di masa lalu yang didasarkan pada SES (Socio Economic Status), kini konsumen di dunia maya perlu dipertimbangkan berdasarkan aktivitas di media sosial. Untuk itulah, pelaku bisnis dan praktisi epr perlu memahami Social Technographics Profile. STP adalah pengelompokkan konsumen berdasarkan aktivitas di media sosial (gambar di Media Sosial dan Etika Komunikasi 1). Tingkat aktifitas tiap kelompok diurutkan seperti anak tangga mulai kelompok paling tinggi sampai rendah. Tujuh konsumen tersebut antara lain :

1.    CREATORS adalah mereka yang yang aktif menciptakan konten untuk dipublikasi dan didistribusi online secara bebas. Mereka menulis artikel di blog, mengelola website, meng-upload video/audio/musik. Konten itu dibuat dan  di posting di social media.
2.    CONVERSATIONALISTS adalah mereka yang banyak terlibat dan memulai perbincangan di social network. Tipe konsumen ini rajin mengupdate status facebook, twitter dan social media lainnya. Mereka juga senang berbalas komentar dengan pengguna social network lain.
3.    CRITICS adalah mereka yang senang mengkritisi berbagai hal yang mereka lihat di media sosial. Misalnya dengan memberikan penilaian/me-rate produk atau jasa perusahaan tertentu, membuat komentar di blog orang lain, aktif di forum online, dan turut mengedit artikel di Wiki.
4.    COLLECTOR adalah mereka yang senang menjadi orang yang lebih dahulu tahu mengenai berita terbaru. Mereka senang mengumpulkan informasi/berita dan mengelompokkannya. Mereka sering menggunakan RSS Feed untuk mempercepat waktu akses. Mereka suka mengikuti voting di website dan senang mencantumkan tag foto atau informasi.
5.    JOINERS mirip dengan Conversationalists tapi berbeda. Joiners tidak seaktif  Conversationalists. Joiners membuat akun di media sosial sebatas menjaga hubungan dengan teman, kenalan, dan keluarga. Mereka memiliki akun fb/twitter, namun jarang sekali meng-update status maupun berbalas komentar namun mereka suka “berjalan-jalan” berbagai situs jejaring sosial.
6.    SPECTATORS adalah konsumen yang aktif mengakses informasi di dunia maya. Mereka (hanya) suka membaca blog, mendengarkan podcast, menonton video online yang di-upload konsumen lain, membaca di forum online, memantau tweet/membaca komentar orang lain, membaca review (film/lainnya) yang dibuat konsumen lain. Mereka adalah penikmat informasi.
7.    INACTIVE adalah konsumen yang tidak berpartisipasi samasekali dalam groundswell. Mereka menggunakan internet hanya untuk kegiatan sederhana seperti membuka email dan mencari informasi ringan. Mereka tak terlibat dalam kegiatan interaktif/sosial.

Kesamaan aktivitas di antara konsumen di media sosial/sosial network membentuk profil mereka masing-masing seperti yang ditunjukkan di atas. Fungsi STP ini (dalam Marketing/Vol. 16/ Februari 2012), untuk mengetahui secara persis aktivitas konsumen di media sosial, teknologi sosial apa yang digunakan, dan selanjutnya berdasarkan data mengenai konsumen kita tersebut dapat dipilih strategi (listening, talking, energizing, supporting dan embracing) social media untuk meraih konsumen.

Memahami siapa yang menjadi konsumen dan apa upa yang dibicarakannya adalah tugas perusahaan. Perusahaan perlu mulai mendengarkan apa yang mereka bicarakan di dunia digital.

Tentang M.E. Fuady

ME. Fuady adalah dosen Fikom Unisba. Penulis memiliki minat pada banyak hal seperti makanan, tempat kuliner, komik, film, musik, dorama, tokusatsu, ilmu komunikasi, public relations, teknologi komunikasi, agama, mistik, supranatural, dan semuanya berbaur dalam blog IMULTIDIMENSI.
Pos ini dipublikasikan di Teknologi Komunikasi. Tandai permalink.

5 Balasan ke Social Technographics Profile : Memahami Konsumen di Media Sosial

  1. Ping balik: Ayo cari tau aktivitas kegiatan social media kita lewat Social Technographic Profile (STP)!! |

  2. Ping balik: I am, Gadget and Social Technographics Profile | qusyairimuhammad

  3. Ping balik: -Me and My Gadget- | ghinageriz

  4. Ping balik: Social Technographics Profile: Aku JOINERS. Kalau kamu yang mana? | Kanita Andiali

  5. Ping balik: Discover My Groundswell Social Technographics Profile – LAVIE

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s