Mitos Hantu di Indonesia (1)

Indonesia memang negara yang dipenuhi berbagai keunikan. Bagaimana tidak, keunikan Indonesia bukan hanya terletak pada ragam budaya, etnis, suku, bangsa, dan bahasa, tapi juga mitos dan kepercayaan.

Jaman dulu, gunung meletus berarti dewa penjaganya marah, so kalau mau menjinakkannya, dilemparkan seorang perawan ke dalam kawah. Mereka percaya gunung bakal adem. Itu mitos. Yang lainnya, nabrak kucing sampe mati bakal sial kalo bangkainya nggak dikuburin (berarti kalo nggak sampe mati dibiarin aja ya.. :D). Bahkan sampai ke cerita rakyat (folklore) kayak Gunung Tangkuban Perahu di Bandung, Situ Bagendit di Garut, Nyi Roro Kidul di Jawa Barat, Manusia Harimau di Sumatera Barat, tilem atau menghilangnya Prabu Siliwangi dan pasukannya. Itu semua dibumbui oleh mitos. Salah satunya perseteruan antara Syarif Hidayatullah dengan Prabu Siliwangi, itu pun bisa jadi hanya mitos karena ada peninggalan sejarah yang menunjukkan hubungan keduanya tidak seburuk yang dikira orang (baca “Api Sejarah”-nya Pak Ahmad Mansyur Suryanegara)

Ada mitos yang berkembang di kalangan remaja, bila pergi camping, konon harus meminta ijin dulu kalau mau pipis di pinggir pohon. Kenapa..? Karena kata orang dulu, di situ ada penunggunya. Kalau nggak minta ijin dulu, kemaluannya bisa bengkak membesar. Jadi kalau anda berkemah di hutan/gunung & mau pipis, anda ngomong dulu, “Aki, punten abdi ngiring pipis didieu”, dalam bahasa Indonesia “Kakek, punten saya ikut pipis di sini”. Walhasil, anda akan menjadi orang dengan kakek paling banyak di dunia. Kenapa..? Karena setiap pipis di hutan selalu manggil kakek😀, “Aki, minta ijin mo pipis”. Bayangkan aja ada berapa kakek tuh kalo setiap pipis minta ijin dulu ama si “kakek”..😀 *Kalau pun kemaluan anda membesar gara-gara enggak minta ijin penunggu pohon, itu bisa jadi cara paling gampang memperbesarnya secara gratis. Bayangin aja, dateng ke Mak Erot harus bayar berapa..?😀

Mitos lainnya yang beredar di kalangan masyarakat kebanyakan adalah HANTU. Banyak istilah yang digunakan orang saat menyebut hantu. Ini mungkin berkaitan dengan jenis atau varian hantu yang dipercaya ada oleh masyarakat. Ada setan, jurig dan siluman. Ada kuntilanak, sundel bolong, kelong wewe, ririwa, genderuwo, tuyul, trus ee.. naon deui nya…? *Mikir dulu… Oh ya, buta hejo, pocong, dll. Dari jaman dulu sampai sekarang, mitos hantu tetap hidup di tengah-tengah masyarakat.

Wujud hantu secara fisik itu sebenarnya tak ada yang tahu seperti apa, karena sesungguhnya mereka tak punya wujud fisik yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Muhammad Isa Dawud, dalam buku “Dialog dengan Jin” (*bukan buku Tatang Sutarman-nya Sule Prikitiew), mengatakan bahwa molekul tubuh jin bergerak cepat. Jin diciptakan Allah dari api, jadi molekul tubuhnya seperti gas. Itu yang membuatnya tidak bisa dilihat. Berbeda dengan manusia yang diciptakan dari tanah, bentuknya padat. (Kayaknya anak Fisika lebih ngerti yang beginian :))

Di antara jin itu terdapat golongan yang suka usil mengganggu manusia, khususnya manusia yang lemah; lemah kesadarannya, lemah jiwanya, lemah kepribadiannya, lemah ekonominya, lemah karena kelebihan hartanya, terutama lemah imannya, termasuk yang lemah syahwatnya😀. Kok bisa..?? Ya, manusia lemah itu berarti tidak punya pertahanan diri. Mudah digoda, dibisiki, dibuat was-was, khawatir, ditakut-takuti.

Yang lemah kesadarannya, suka melamun, berangan-angan, mengkhayal, panjang angan, sangat mudah digoda jin. Entah pikirannya jadi kemana-mana, berpikir yang jelek-jelek, ngeres sampe kemasukkan jin.

Yang lemah ekonominya, banyak cerita menunjukkan mereka akhirnya mencari kekayaan dengan cara tidak wajar. Seperti ngepet jadi bagong lah, melihara tuyul, bertapa di gua, datang ke gunung, kawin ama jin, “muja” ikan/ular/buaya, minta ama “buta hejo”, dan banyak lagi. Sebaliknya, yang lemah karena kelebihan harta juga bisa digoda jin dan syetan. Karena kaya, jadi sombong, memandang siapapun dengan sebelah mata (bukan ‘bukan empat mata’ :D), menganggap orang lain nggak sederajat, nggak-nggak-nggak-nggak level, orang lain cemen di matanya, takabur, lupa diri, bahkan kikir & tak mau bersedekah seperti Qorun dan Suroqoh bin Naufal. Itu orang yang menuhankan harta, lemah karena kebanyakan harta.

Lemah karena belum aqil baligh pun bisa. Yang belum baligh biasanya belum berpikir rasional. Contoh, ada anak kecil berjalan di malam hari nan gelap, pas lewat lapangan tenis dia ketakutan karena melihat ada hantu tak berkepala. Dia lari terbirit-birit. Sampai rumah dia menggigil ketakutan. Besok siangnya, ia lewat lagi. Dia baru nyadar ternyata yang dilihatnya tadi malam bukan hantu, tapi tiang net. Jaringnya dibundel ke salah satu tiang, jadi kayak badan orang tanpa kepala. Nah, yang begitu bukan lemah iman, tapi lemah penerangan. Khan malam itu gelap gulita dan tak ada lampu disekitarnya..😀

Orang memang tidak bisa melihat jin/syetan seperti yang sudah diungkap di atas. Imam Syafi`i pernah menegaskan, “Siapapun yang mengatakan dapat melihat syetan, maka ia telah keluar dari Islam”. Berarti tak ada yang dapat melihat jin dan sebangsanya. Tak ada yang dapat melihat wujud asli dari bangsa jin (*kecuali bila memang dikehendaki Allah). Yang dapat dilihat manusia adalah perwujudan atau penampakkannya dalam bentuk yang lain, entah itu manusia, hewan atau lainnya seperti api.

Bila ditelusuri, perwujudan jin pun kemudian berkaitan dengan kepercayaan masyarakat. Wujud jin yang disebut orang sebagai HANTU itu bersifat lokal. Penampakkannya dipengaruhi oleh persepsi seseorang/masyarakat. Persepsi itulah yang menciptakan kenyataan-kenyataan yang hadir di kalangan masyarakat. Ilustrasinya, di Amerika dan Eropa, mana ada hantu kunti, kelong wewe, genderuwo, ririwa, tuyul, dll. Yang dipercaya di negara barat, hantu itu ya vampir, drakula, dan werewolf, minimal kayak Casper deh, atau hantu yang didasarkan pada kepercayaan kaum urban. Di China ada vampir, tapi nggak kayak Edward Cullen dan Bella Swan. Di sana vampirnya khas, berjalan dengan melompat. Di Jepang, tipikal hantunya model Sadako dalam “The Ring”, berbaju putih dan berambut hitam panjang.

Dimanakah mitos hantu yang paling kaya penampakkannya, paling variatif bentuk perwujudannya, dan paling lengkap kisahnya..?? Itu cuma ada di sini, di tanah air kita, Indonesia..🙂

*Punteeen, waktunya sudah habis.. :)  Sekarang saatnya pergi ke kampuz. Bagian kedua nanti malam dilanjutkan ulasannya, mumpung malam Jum`at (apa hubungannya malam Jum`at ama hantu ya..? :D).. Insya Allah..

Tentang M.E. Fuady

ME. Fuady adalah dosen Fikom Unisba. Penulis memiliki minat pada banyak hal seperti makanan, tempat kuliner, komik, film, musik, dorama, tokusatsu, ilmu komunikasi, public relations, teknologi komunikasi, agama, mistik, supranatural, dan semuanya berbaur dalam blog IMULTIDIMENSI.
Pos ini dipublikasikan di Islam, Mistisisme. Tandai permalink.

2 Balasan ke Mitos Hantu di Indonesia (1)

  1. Ping balik: MISTERI Kamar Nyi Roro Kidul | RuangKabar.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s