PR Net : Studi Kasus

Studi Kasus 1 : Di beberapa forum dan milis di dunia, Oli TOP1 digempur oleh berbagai isu negatif di dunia maya. Ada yang menyatakan kalau TOP1 bukan produk bagus, ukuran pabriknya di Amerika  kecil banget, produknya tidak terkenal, jarang diganakan oleh pengguna kendaraan, dsb. Isu yang belum bisa dipastikan kebenarannya bila tidak disertai data. Hantaman bertubi-tubi dari netizen (warga dunia maya) pada TOP1 membuat TOP1 tak berkutik.

“Serangan” terhadap Oli Top1 di dunia maya yang begitu hebat membuat Top1 mulai melakukan pembenahan dengan online PR. mereka membuat situs web khusus untuk publik di Indonesia,  aktif di media-media online, memperbanyak publikasi positif di media online, membuka konsultasi online khususnya tentang sistem pelumasan, serta edukasi mengenai pengetahuan pelumas bagi publik. Top1 membangun komunikasi dua arah dengan pengguna Internet (dalam http://www.virtual.co.id/blog/internet-marketing/saatnya-public-relations-lebih-berperan-di-online-social-media/)

Hasilnya, isu negatif Oli Top 1 meluruh. Hingga kini Oli Top 1 terus ber-“investasi” di dunia maya dengan online PR untuk membangun citra positif produknya

Studi Kasus 2 : Sony Corporation pernah mendapat serangan para facebooker, blogger, kaskuser, dan pengguna media sosial lainnya. Pasalnya Sony Corpporation menuntut Sony AK, seorang blogger yang mengunakan nama domain http://www.sony-ak.com. Nama blog atau alamat situs Sony AK dianggap dianggap melanggar penggunaan merek Sony.

Di situsnya, Sony yang bernama lengkap Sony Arianto Kurniawan rajin menulis berbagai berbagai artikel tentang hardware, software, aplikasi-aplikasi dan teknologi. Semuanya ditulis secara khusus oleh Sony Arianto Kurniawan. jadi nama domain “sony-ak.com” jelas diambil dari namanya.

Kantor Hukum Hadiputranto, Hadinoto & Partners, mewakili Sony Corporation menuliskan pernyataan kebaratan pada Sony AK yang menggunakan nama Sony. Berikut ini adalah kutipan dokumennya yang dimuat di detik.com :

Klien kami mengetahui bahwa Saudara Sony Arianto Kurniawan telah menggunakan nama domain http://www.sony-ak.com, yang menggunakan merek “SONY” untuk hal-hal yang berhubungan dengan situs jaringan dan pusat pengetahuan informasi teknologi (internet, program jaringan, database, sistem operasi dan manajemen pengetahuan).

Nama domain http://www.sony-ak.com secara visual memiliki persamaan pada keseluruhannya dan menyerupai merek “SONY”. Klien kami yakin bahwa berdasarkan Undang-Undang Merek, penggunaan merek “SONY” merupakan suatu pelanggaran hak-hak atas merek “SONY” milik klien kami, SONY CORPORATION. Terlebih nama domain tersebut dipergunakan oleh Saudara Sony Arianto Kurniawan untuk jasa-jasa yang dilindungi dalam pendaftaran merek “SONY” milik klien kami sebagaimana telah kami uraikan di dalam butir di atas.

Klien kami yakin bahwa penggunaan merek “SONY” dalam nama domain dan situs jaringan Saudara menimbulkan pandangan yang keliru kepada masyarakat dan memberikan kesan kepada publik bahwa nama doain atau situs jaringan Saudara adalah sama dengan nama-nama domain milik klien kami, padahal pada kenyataannya tidak sama. Pandangan yang keliru ini tentu saja dapat mengakibatkan kerugian bagi usaha dan nama baik klien kami.

Klien kami, SONY CORPORATION, sangat prihatin dengan kemungkinan pelanggaran merek “SONY” miliknya dan siap untuk melindungi hak-hak atas merekanya di Indonesia dan terhadap reputasi merek “SONY” miliknya. Klien kami, SONY CORPORATION, tidak pernah ragu untuk mengambil langkah-langkah hukum dalam menegakkan hak-hak atas mereknya dan tetap konsisten dalam mengambil tindakan terhadap setiap pelanggaran atas mereknya di Indonesia.

Apa yang dirasakan oleh Sony AK? Entah bagaimana rasanya, tapi biasanya orang yang merasakan itu akan shock, terpukul, cemas, stress, panik, resah, gelisah, tidak enak makan, minum dan tidur. tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba saja “digugat” oleh sebuah perusahaan besar. Mimpi pun tidak tiba-tiba “ditekan” sebuah perusahaan raksasa untuk mengubah nama domain. Dalam perspektif Sony AK sebagai korban, salah pun tidak kenapa diperlakukan demikian.

Kecaman sampai umpatan publik pada Sony Corp di facebook saat itu dan  pembelaan terhadap Sony AK datang bertubi-tubi.  (Bisa dibaca di http://www.facebook.com/group.php?gid=10150138978585727&v=info dan http://www.facebook.com/group.php?gid=10150138978585727&v=wall). Kini kasusnya sudah usai.

Pihak Sony Corp. secara khusus datang dari Jepang untuk bertemu Sony. Dalam pertemuan langsusng itu kedua belah pihak mengambil solusi terbaik menuntaskan masalah itu. Tak ada rincian resmi isi pertemuan itu namun hasilnya tak ada tuntutan dari Sony Corp pada Sony Ak dan sebaliknya tak ada gugatan hukum dari Sony AK dan blogger lain pada Sony Corp.

Di beberapa media sosial berkembang wacana kalau pihak Sony Corp sebenarnya tidak meminta kuasa hukumnya di Indonesia untuk mensomasi Sony AK. Mereka hanya meminta pemantauan saja. beberapa facebooker menduga kalau kuasa hukum Sony Corp terlalu kreatif hingga muncul permasalahan yang membesar itu. Saat masalah itu belum tuntas, facebooker serukan gerakan untuk boikot produk Sony. Tak dapat dibayangkan bila tuntutan hukum pada Sony AK benar-benar terjadi, para blogger dan pengguna media sosial akan membunyikan genderang perang. Badai citra Sony Corp sebagai  perusahaan elektronik raksasa akan berlanjut.

Studi Kasus 3 : Dua stasiun TV swasta nasional, Metro TV dan TV ONE, yang sangat populer sebagai media pemberitaan, tampaknya dibuat tak berdaya pula oleh kicauan publik di dunia maya. Entah karena sulit mengontrol (baca : mengikuti dan mengamati) setiap isu di dunia maya yang begitu berserakan, atau karena isu seperti itu secara otomatis “terlokalisasi” dan tak menular/berimbas meluas ke media lain. Sebagai ekspresi ketidaksukaan pada kedua stasiun TV itu,  sebagian “penghuni” dunia maya, memelesetkannya dengan Metro Mini dan TV Oon.

Video di atas adalah ketidaksengajaan presenter Metro TV mengucapkan kata “Metro TV” dengan “Metro Mini”😀

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Slideshow picture di atas berisikan kecaman kaskuser pada TV One yang terus berlanjut hingga kini.

(Tulisan akan dibahas lebih lanjut, jika masih ada kesempatan.. :))

enuliskan pernyataan keberatan Sony Corporation pada kutipan dokumen yang mencantumkan nama

Tentang M.E. Fuady

ME. Fuady adalah dosen Fikom Unisba. Penulis memiliki minat pada banyak hal seperti makanan, tempat kuliner, komik, film, musik, dorama, tokusatsu, ilmu komunikasi, public relations, teknologi komunikasi, agama, mistik, supranatural, dan semuanya berbaur dalam blog IMULTIDIMENSI.
Pos ini dipublikasikan di Teknologi Komunikasi, Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s